“Saat ini, Anies seakan-akan bukanlah presiden. Dia menunggu presiden yang sebenarnya, yaitu calon wakil presidennya,” tambahnya.
“Secara formal, Anies memang diberikan mandat untuk menentukan calon wakil presidennya, tapi secara substansi, dia tidak memiliki keberanian untuk memilih. Dia tidak memiliki mental pemimpin yang tegas,” tegas Rocky.
Ia sangat berharap bahwa Anies dapat menunjukkan tindakan positif di tengah kebuntuan dalam mencari calon wakil presiden yang cocok untuk didampinginya, terutama di antara partai-partai koalisi perubahan yang masih saling tarik ulur.
“Kita membutuhkan tindakan afirmatif dari Anies. Dia harus mengambil alih kepemimpinan. Jika tidak, semua harapan publik pada Anies sebagai antitesis Jokowi akan hilang,” lanjutnya.