Ngeri, Resesi Kelahiran di Jepang, Banyak Sekolah Terancam Tutup!

  • Bagikan
Ruang kelas di Jepang banyak yang kosong. (Dok. @collegemenfess)

Indo1.id – Mengkhawatirkan, krisis populasi Jepang kian menjadi-jadi, terlihat dari banyaknya sekolah yang tutup.

Tercatat hanya ada dua siswa bernama Eita Sato dan Aoi Hoshi jadi lulusan terakhir di SMP Yumoto yang akan ditutup secara permanen saat tahun ajaran berakhir.

SMP Yumoto yang terletak di Desa Ten-ei, Prefektur Fukushima, utara Jepang itu akan ditutup selamanya setelah 76 tahun berdiri.

Baca Juga :  Simak Sinopsis The Forest, Pencarian Seseorang Di Hutan Aokigahara Jepang!

“Kami mendengar desas-desus tentang penutupan sekolah di tahun kedua kami, tetapi saya tidak membayangkan itu akan benar-benar terjadi. Saya terkejut,” kata Eita, mengutip Reuters Minggu 7 Mei 2023.

Fenomena tutupnya sekolah terjadi akibat angka kelahiran di Jepang turun lebih cepat dari yang diperkirakan. Jumlah ini meningkat terutama di daerah pedesaan seperti Ten-ei, area ski pegunungan dan mata air panas di prefektur Fukushima yang telah merasakan depopulasi.

Baca Juga :  Internasional ICC Keluarkan Surat Perintah Penangkapan Putin.

Perdana Menteri Fumio Kishida telah menjanjikan langkah-langkah untuk meningkatkan angka kelahiran, termasuk menggandakan anggaran untuk kebijakan terkait anak. Ia juga mengatakan menjaga lingkungan pendidikan sangat penting. Tapi sedikit yang telah membantu sejauh ini.

Kelahiran anjlok di bawah 800.000 pada tahun 2022, rekor terendah baru. Sehingga pemerintah menyebut depopulasi juga delapan tahun lebih awal dari yang diharapkan.

Baca Juga :  Banyak Perusahaan Amerika Bangkrut, Apakah Ini Awal Kejatuhan Ekonomi? Cek Mana Saja!

Fenomena ini tentu memberikan pukulan telak bagi sekolah umum yang lebih kecil, yang seringkali menjadi jantung kota dan desa pedesaan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan