Miris!, Pendaki Asal Malaysia yang Ditolong Sherpa di Zona Kematian Everest Tak Akui Penolongnya!

  • Bagikan
Gelje Sherpa saat di Basecamp Everest. (Foto: instagram @gelje_sherpa)

Momen penyelamatan ini pun ia abadikan dalam akun Instagram-nya @gelje_sherpa_. Ia mengatakan bahwa ini merupakan salah satu pengalaman hidup yang tidak akan pernah ia lupakan.

“Saya masih hidup hari ini, karena saya memiliki mitra terbaik dan berdedikasi, Ekspedisi Puncak ke-14 yang dipimpin oleh Tashi Sherpa (dan Sherpa-nya beranggotakan Mingman Tendi, Genge Sherpa, Nima Dorjee, Dawa, Nima Tashi, Dipen Bhote dan Global Rescue),” tulis Sherpa.

Baca Juga :  Anggota DPRD dan Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Kukuhkan Kelompok Tani Kec Santian

Ravi Everest sendiri melalui akun Instagram-nya @ravieverest tidak mengucapkan terimakasih secara khusus kepada Sherpa. Ia mengatakan bahwa ia menderita hipotermia dan edema paru-paru akut saat berada di zona kematian.

“Terima kasih kepada semua orang yang telah mendoakan saya dan memberi saya dukungan moral untuk pulih dari penyakit saya,” tulisnya.

Atas pernyataannya itu, banyak netizen merasa heran dan bilang bahwa Ravi Everest adalah sosok yang tidak tahu terimakasih. Ingat, menolong orang di Everest itu sama saja dengan bunuh diri.

Baca Juga :  Wujud Negara Hadir, Pemerintah dan PLN Berhasil Listriki 99,92 Persen Desa di Seluruh Indonesia

Penyelamatan di zona kematian Everest sendiri merupakan hal yang sangat jarang terjadi karena risikonya yang sangat tinggi. Banyak pendaki yang meninggal di tempat itu karena kelelahan, kekurangan oksigen, atau cuaca buruk.

Menurut data dari Himalayan Database, sejak tahun 1950 hingga 2020, ada 311 orang yang meninggal di Everest. Dari jumlah tersebut, 86 orang meninggal di zona kematian.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan