Miris!, Pendaki Asal Malaysia yang Ditolong Sherpa di Zona Kematian Everest Tak Akui Penolongnya!

  • Bagikan
Gelje Sherpa saat di Basecamp Everest. (Foto: instagram @gelje_sherpa)

Indo1.id – Seorang pendaki asal Malaysia nyaris tewas saat berada di zona kematian Gunung Everest, Himalaya. Namun, ia bisa selamat berkat aksi heroik seorang pemandu Sherpa Nepal yang menyeretnya turun dari bawah puncak gunung tertinggi di dunia itu.

Pendaki Malaysia tersebut bernama T. Ravichandran atau lebih dikenal dengan Ravi Everest. Ia merupakan pendaki berpengalaman yang sudah tiga kali mencapai puncak Everest. Namun, pada 18 Mei 2023, ia mengalami kesulitan saat berada di ketinggian 8.300 meter di area yang disebut Balcony.

Baca Juga :  PPATK Blokir 256 Rekening Pemimpin Ponpes Al Zaytun Terkait Dugaan Pencucian Uang

Di tempat itu, ia terlihat berpegangan pada tali dan menggigil kedinginan. Suhu di zona kematian bisa turun hingga minus 30 derajat Celcius atau lebih rendah. Di sana juga oksigen sangat langka dan tekanan udara sangat rendah.

Keberadaan Ravi Everest diketahui oleh seorang pemandu Sherpa bernama Gelje Sherpa (30) yang sedang memandu seorang klien China menuju puncak Everest setinggi 8.849 meter. Gelje Sherpa kemudian memutuskan untuk membatalkan upaya mencapai puncak dan menolong Ravi Everest.

Baca Juga :  Butet Kartaredjasa Diprotes Polisi karena Bicara Politik di Pentas Teater, Benarkah?

“Menyelamatkan satu nyawa lebih penting daripada berdoa di biara,” kata Gelje Sherpa yang merupakan seorang Buddhis taat.

Gelje Sherpa kemudian menggendong Ravi Everest sejauh 600 meter dari Balcony ke South Col selama sekitar enam jam. Ia dibantu oleh pemandu lainnya bernama Nima Tahi Sherpa.

“Kami membungkus pendaki dengan alas tidur, menyeretnya di atas salju atau menggendongnya secara bergantian ke kamp III,” kata Gelje Sherpa.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan