Indo1.id – ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder adalah gangguan mental yang menyebabkan seseorang sulit memusatkan perhatian, serta berperilaku impulsif dan hiperaktif. Kondisi ini biasanya muncul sejak usia anak-anak dan dapat berlanjut hingga dewasa.
ADHD dapat mengganggu prestasi belajar, hubungan sosial, dan kesejahteraan penderita. Selain itu, ADHD juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan, gangguan kepercayaan diri, dan penyalahgunaan narkoba atau alkohol.
Penyebab ADHD belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa faktor yang diduga berperan dalam terjadinya ADHD adalah faktor genetik, lingkungan, dan gangguan pada otak.
Gejala ADHD dapat bervariasi dari ringan hingga berat. Gejala utama ADHD adalah:
1. Sulit memusatkan perhatian
Penderita ADHD sering tidak fokus, mudah terganggu, lupa, atau kehilangan barang-barang penting. Mereka juga sulit menyelesaikan tugas atau pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi.
2. Berperilaku impulsif
Penderita ADHD sering bertindak tanpa berpikir terlebih dahulu, mengambil risiko yang tidak perlu, atau mengganggu orang lain. Mereka juga sulit menunggu giliran atau mengikuti aturan.
3. Hiperaktif
Penderita ADHD sering gelisah, tidak bisa diam, atau berbicara terlalu banyak. Mereka juga sering berlari-larian, melompat-lompat, atau memainkan barang-barang yang tidak seharusnya.
Diagnosis ADHD dilakukan oleh dokter atau psikolog dengan melakukan wawancara, observasi, dan tes psikologis. Tidak ada tes laboratorium atau pencitraan yang dapat mendiagnosis ADHD.








