Di teras kesepuluh, terdapat gapura berbentuk setengah lingkaran dengan atap limas bertingkat sembilan belas yang dihiasi relief bunga melati putih.
Di teras kesebelas, terdapat gapura berbentuk setengah lingkaran dengan atap limas bertingkat dua puluh satu yang dihiasi relief bunga melati merah.
Di teras kedua belas, terdapat gapura berbentuk setengah lingkaran dengan atap limas bertingkat dua puluh tiga yang dihiasi relief bunga melati kuning.
Di teras ketiga belas, terdapat gapura berbentuk setengah lingkaran dengan atap limas bertingkat dua puluh lima yang dihiasi relief bunga melati biru.
Di teras keempat belas, terdapat gapura berbentuk setengah lingkaran dengan atap limas bertingkat dua puluh tujuh yang dihiasi relief bunga melati ungu.
Setiap gapura memiliki makna simbolis yang berkaitan dengan tingkatan spiritual dan kosmologi Hindu.
Gapura pertama melambangkan alam manusia (bhurloka), gapura kedua melambangkan alam dewa (bhuvarloka), gapura ketiga melambangkan alam dewa tertinggi (svarloka), dan seterusnya hingga gapura keempat belas melambangkan alam tertinggi (paramaloka).
Setiap bunga yang menghiasi gapura juga memiliki makna simbolis yang berkaitan dengan sifat-sifat dewa dan dewi Hindu. Bunga teratai melambangkan kemurnian dan kesucian, bunga melati melambangkan kesetiaan dan keharmonisan, bunga mawar melambangkan cinta dan kasih sayang, dan seterusnya hingga bunga melati ungu melambangkan kebijaksanaan dan pencerahan.
Candi Cetho merupakan candi yang menyimpan banyak cerita sejarah dan kebudayaan yang menarik untuk diketahui. Candi ini juga merupakan candi yang memiliki keindahan arsitektur dan pemandangan alam yang menakjubkan. Candi ini layak menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang wajib dikunjungi.