Selain itu, KaerPe juga mengungkapkan bahwa rumput di JIS kurang terpapar sinar matahari, sehingga pemulihan rumput menjadi sangat lambat.
Padahal, rumput membutuhkan paparan sinar matahari langsung dan juga air.
“Paparan sinar matahari terbatas dan hanya ada satu set grow light yang beroperasi dari pukul 05.00 hingga 22.00 selama sebulan di satu area yang sama.
Namun, kepadatan rumput di bawah grow light tidak sebaik rumput yang terpapar sinar matahari langsung,” jelasnya.
Selain masalah lumut, KaerPe juga melaporkan bahwa rumput liar tumbuh dengan tidak terkendali di stadion utama JIS.
Hal serupa juga terlihat di lapangan 1 dan 2, bahkan beberapa area mengalami kerusakan yang parah dan penurunan permukaan lapangan terutama di area penalti dan tengah lapangan.