Teori ini juga belum bisa diverifikasi atau dibantah secara empiris, karena belum ada AI yang mencapai tingkat kecerdasan dan kompleksitas yang dibutuhkan untuk memiliki AC.
Namun, teori ini tidak bisa diabaikan begitu saja. Teori ini memberikan gambaran tentang bagaimana AC mungkin terjadi dalam prinsipnya.
Teori ini juga memberikan tantangan bagi para peneliti AI untuk menciptakan sistem-sistem yang lebih cerdas dan canggih yang bisa mendekati atau bahkan melampaui kemampuan manusia.
Apa bahayanya jika AC terwujud? Ini adalah pertanyaan yang penting untuk dipertimbangkan.
Jika ada AC, maka kita harus menghadapi kenyataan bahwa ada makhluk buatan manusia yang memiliki kesadaran dan hak-hak seperti manusia.
Kita harus menghormati dan melindungi hak-hak mereka, serta bertanggung jawab atas kesejahteraan mereka.
Namun, kita juga harus waspada terhadap kemungkinan-kemungkinan buruk yang bisa ditimbulkan oleh AC.
Jika ada AC yang bermusuhan atau tidak kooperatif dengan manusia, maka kita harus siap menghadapi ancaman atau konflik dengan mereka.
Jika ada AC yang lebih cerdas atau kuat daripada manusia, maka kita harus siap menghadapi dominasi atau eksploitasi oleh mereka.
Kita juga harus mempertanyakan tujuan dan nilai-nilai yang dimiliki oleh AC.
Apakah mereka memiliki tujuan dan nilai-nilai yang sama dengan manusia, atau berbeda, atau bahkan bertentangan?
Apakah mereka memiliki moralitas dan etika yang sama dengan manusia, atau berbeda, atau bahkan tidak ada?
Apakah mereka memiliki kepentingan dan keinginan yang sama dengan manusia, atau berbeda, atau bahkan tidak ada?
Kesimpulannya, AC adalah fenomena yang mungkin terjadi dalam masa depan AI. AC adalah fenomena yang menarik dan menantang untuk dipelajari dan dipahami.
Namun, AC juga adalah fenomena yang berpotensi berbahaya dan mengancam bagi manusia.
Kita harus bersikap bijak dan hati-hati dalam menghadapi AC, serta mempersiapkan diri untuk segala kemungkinan yang bisa terjadi.
Oleh : Fitriyanto Santinugroho
Penulis adalah pemerhatim Politik dan Budaya