Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pengamat Minta Presiden Jokowi Tegur Luhut Terkait Pernyataan OTT KPK Ndeso!

Pengamat Minta Presiden Jokowi Tegur Luhut Terkait Pernyataan OTT KPK Ndeso!

  • account_circle Nugroho
  • calendar_month Selasa, 25 Jul 2023
  • print Cetak

Indo1.id –  Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang menyebut operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kampungan menuai kritik dari berbagai pihak.

Salah satunya adalah pengamat politik dan hukum dari Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman.

Boyamin meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menegur Luhut atas pernyataannya tersebut.

Menurut Boyamin, pernyataan Luhut merupakan bentuk intervensi terhadap independensi KPK dan tidak sesuai dengan kewenangan kementeriannya.

“Saya meminta kepada Presiden Jokowi untuk menegur Pak Luhut untuk tidak mengulangi lagi dan mengklarifikasi pernyataan, terutama yang mengecam OTT yang dilakukan KPK,” kata Boyamin saat dihubungi awak media, Senin, 24 Juli 2023.

Boyamin menyayangkan sikap Luhut yang mengkritik penangkapan koruptor yang kerap dilakukan KPK melalui OTT.

Ia menilai bahwa OTT merupakan salah satu metode penindakan yang efektif dan memiliki efek pencegahan bagi para calon pelaku korupsi.

“Justru OTT itu penindakan paling efektif. Bahkan bisa bernuansa pencegahan karena bila banyak OTT, orang takut berbuat korupsi (suap),” kata Boyamin mengutip pernyataan mantan penyidik KPK Novel Baswedan.

Boyamin juga menegaskan bahwa KPK tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga melakukan pencegahan dan pendidikan dalam upaya pemberantasan korupsi.

Ia mengingatkan bahwa Indonesia masih memiliki indeks persepsi korupsi (IPK) yang rendah, yaitu 34 dari skala maksimal 100.

“Indonesia memiliki IPK yang sangat rendah, yaitu 34 dari skala maksimal 100. Artinya, korupsi masih merajalela di negeri ini dan harus diberantas dengan tegas,” ujar Boyamin.

Sebelumnya, Luhut mengatakan bahwa kinerja KPK tidak boleh hanya dilihat dari jumlah orang yang ditangkap.

Ia mengatakan bahwa strategi pemberantasan korupsi yang hanya berfokus pada penindakan dengan menangkap orang adalah strategi yang kampungan.

“Jangan bilang hanya nangkap-nangkap saja, saya bilang kampungan itu menurut saya,” kata Luhut di Gedung Juang KPK, Jakarta Selatan, Selasa, 18 Juli 2023.

Luhut berpendapat bahwa perbaikan sistem harus diutamakan daripada menangkap pejabat korup.

Ia mengklaim bahwa KPK saat ini telah mengubah paradigmanya dari penindakan menjadi pencegahan.

“Itu kampungan menurut saya kalau pemikiran itu, ndeso. Kita selalu senangnya lihat drama penindakan, itu yang menurut saya tidak boleh,” ujar Luhut.

  • Penulis: Nugroho

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mitos Jembatan Merah Surabaya: Mengungkap Misteri Sejarah dan Legenda

    Mitos Jembatan Merah Surabaya: Mengungkap Misteri Sejarah dan Legenda

    • calendar_month Rabu, 31 Jan 2024
    • account_circle M Effendi
    • 0Komentar

    Indo1.id – Jembatan Merah Surabaya, yang terletak di Jalan Kembang Jepun No. 192, Pabean Cantian, Krembangan, Surabaya, telah menjadi ikon dan destinasi wisata bersejarah yang mengesankan. Mengingat peran pentingnya dalam sejarah perjuangan Surabaya, jembatan ini menyimpan banyak cerita dan misteri yang menarik. Pada tanggal 10 November 1945, jembatan ini menjadi saksi bisu dari perjuangan heroik […]

  • Makan Pagi Sehat untuk Memulai Hari dengan Energi dan Nutrisi Optimal

    Makan Pagi Sehat untuk Memulai Hari dengan Energi dan Nutrisi Optimal

    • calendar_month Sabtu, 5 Agt 2023
    • account_circle M Effendi
    • 0Komentar

    Indo1.id – Makan pagi adalah saat penting untuk memberi energi kepada tubuh setelah berpuasa semalaman. Memilih makanan sehat untuk sarapan bukan hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memberikan nutrisi penting bagi kesehatan tubuh. Berikut adalah lima makanan sehat yang cocok untuk sarapan yang dapat membantu memulai hari dengan energi dan nutrisi optimal: 1. Oatmeal Oatmeal atau […]

  • Irwasda Polda Jateng Himbau Masyarakat Agar Tak Takut Debt Collector

    Irwasda Polda Jateng Himbau Masyarakat Agar Tak Takut Debt Collector

    • calendar_month Sabtu, 25 Feb 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Indo1.id || Sembari menikmati sarapan pagi berupa soto, Kombes Pol Untung Sudarto bincang-bincang santai sambil mendengar aspirasi dari masyarakat yang disampaikan oleh Lurah Randusari dan ketua RW. Irwasda Polda Jateng Kombes Pol Drs. Untung Sudarto melaksanakan kegiatan Jumat Curhat bersama Lurah Randusari Wahyudi, S.E beserta staf dan 5 orang Ketua RW Kelurahan Randusari. Kegiatan tersebut […]

  • Walikota Bandung Yana Mulyana Kena Operasi Tangkap Tangan  KPK!

    Walikota Bandung Yana Mulyana Kena Operasi Tangkap Tangan  KPK!

    • calendar_month Sabtu, 15 Apr 2023
    • account_circle Nugroho
    • 0Komentar

    Indo1.id – Komisi Pemberantasan Korupsi brrhasil melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Wali Kota Bandung Yana Mulyana pada Jumat, 14 April 2023. Walikota Bandung diduga terlibat  suap pembelian CCTV dan jaringan internet di Kota Bandung. “Diduga terkait suap pengadaan CCTV dan jasa penyedia jaringan internet,” terang juru bicara KPK Ali Fikri, Sabtu, 15 April 2023. Ali menerangkan […]

  • PDIP: Anies Harus Minta Maaf Salah Baca Data Jalan Era SBY vs Jokowi

    PDIP: Anies Harus Minta Maaf Salah Baca Data Jalan Era SBY vs Jokowi

    • calendar_month Selasa, 30 Mei 2023
    • account_circle M Effendi
    • 0Komentar

    Indo1.id – Gilbert Simanjuntak, Kepala Badiklatda PDIP DKI, mengungkapkan kekecewaannya kepada Anies Baswedan yang dinilai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah  salah menafsirkan data Badan Pusat Statistik (BPS) ketika membandingkan pembangunan jalan di era Presiden Joko Widodo. Dengan Presiden ke-6 Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Gilbert menilai Anies Baswedan harus meminta maaf karena […]

  • Editorial: Hari Kebangkitan Nasional 2025 “Bangsa Ini Harus Bangkit, Bukan Sekadar Mengenang”

    Editorial: Hari Kebangkitan Nasional 2025 “Bangsa Ini Harus Bangkit, Bukan Sekadar Mengenang”

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • account_circle Ari arjuno
    • 0Komentar

    Indo1.id – Setiap tahun, kita memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Namun tiap kali pula muncul pertanyaan lama yang belum terjawab: Apakah bangsa ini sungguh sudah bangkit? Atau kita hanya nyaman dalam upacara dan retorika? Boedi Oetomo berdiri pada 20 Mei 1908 bukan untuk dikenang, tetapi untuk diteruskan. Ia lahir dari kegelisahan intelektual yang sadar: kemerdekaan hanya […]

expand_less