Indo1.id – Resistensi antibiotik atau ketika bakteri menjadi kebal terhadap obat-obatan yang seharusnya bisa membunuhnya, menjadi ancaman serius bagi kesehatan global.
Fenomena ini disebut sebagai silent pandemic atau pandemi diam-diam, karena tidak menimbulkan gejala yang mencolok seperti Covid-19, tetapi bisa menyebabkan kematian yang banyak.
Salah satu negara yang mengalami dampak buruk dari resistensi antibiotik adalah Inggris.
Menurut data dari Badan Statistik Nasional (ONS) Britania Raya, sebanyak 1,1 juta orang di Inggris mengalami gejala long Covid-19 atau gejala yang berkepanjangan pasca terinfeksi Covid-19.
Salah satu penyebabnya adalah penggunaan antibiotik yang tidak rasional saat mengobati Covid-19.
Penggunaan antibiotik yang tidak rasional bisa terjadi karena beberapa alasan, seperti kurangnya pengetahuan, tekanan sosial, atau ketiadaan alternatif.
Hal ini bisa menyebabkan bakteri menjadi resisten dan menyebar ke orang lain.
Akibatnya, infeksi yang seharusnya bisa diobati dengan mudah menjadi sulit disembuhkan dan berpotensi fatal.
Menurut laporan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), resistensi antibiotik menyebabkan sekitar 700.000 kematian per tahun di seluruh dunia.








