Dia juga menegaskan pentingnya pola makan teratur dengan tiga kali makan utama dan cemilan sehat di antara waktu makan.
Susu juga dapat menjadi camilan yang sesuai, tergantung pada usia anak.
Selain menetapkan jadwal dan batasan waktu, orangtua juga perlu menciptakan lingkungan yang menyenangkan selama anak makan.
Hal ini meliputi duduk dengan posisi yang benar, menghindari memberikan makanan sebagai hadiah atau hukuman, serta mengatur porsi makan dengan memberikan makanan padat sebelum cairan.
Anak sebaiknya duduk berhadap-hadapan dengan pemberi makan, bukan di pangkuan seseorang. Jika anak menunjukkan penolakan terhadap makanan, dianjurkan untuk memberi jeda sejenak sebelum mencoba lagi.
Jika penolakan tetap terjadi, tidak perlu memaksakan anak untuk makan.
Penting diingat bahwa anak tidak perlu selalu menghabiskan semua makanan yang disajikan.
Dr. Novitria menegaskan bahwa meskipun makanan berantakan bukanlah masalah, yang lebih penting adalah fokus pada proses makan yang positif.
Setelah anak selesai makan, pembersihan mulut atau wajah dapat dilakukan.
Dengan pendekatan yang penuh perhatian dan bijaksana, orangtua dapat membantu anak mengembangkan hubungan yang sehat dengan makanan dan menghindari masalah terkait pola makan di masa depan.








