Ia tampak sedang menggonggong atau menggigit dengan gigi tajam dan mata menyala.
Tusuk Sate
Bagian paling khas dari Gedung Sate adalah ornamen yang berbentuk tusuk sate yang ada di atas menara tengah gedung.
Ornamen ini menjadi ciri khas gedung ini dan menjadi asal-usul nama Gedung Sate. Namun, ada beberapa versi tentang makna dan asal-usul ornamen ini.
– Versi Pertama
Versi pertama mengatakan bahwa ornamen tusuk sate ini adalah simbol dari jumlah biaya pembangunan gedung ini, yaitu 1,6 juta gulden.
Jumlah ini setara dengan 6,5 juta kilogram beras atau 13 juta tusuk sate.
Oleh karena itu, arsitek gedung ini, Ir. J. Gerber, membuat ornamen yang menyerupai tusuk sate untuk menggambarkan biaya pembangunan gedung ini.
– Versi Kedua
Versi kedua mengatakan bahwa ornamen tusuk sate ini adalah simbol dari kebudayaan Indonesia yang kaya dan beragam.
Ornamen ini terdiri dari enam buah mangkuk yang melambangkan enam pulau besar di Indonesia, yaitu Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Papua.
Mangkuk-mangkuk ini ditusuk oleh sebuah batang bambu yang melambangkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
– Versi Ketiga
Versi ketiga mengatakan bahwa ornamen tusuk sate ini adalah simbol dari kekuasaan dan kemegahan Belanda sebagai penjajah Indonesia.
Ornamen ini terdiri dari sebuah bola emas yang melambangkan matahari atau raja Belanda, yang ditusuk oleh sebuah tombak yang melambangkan kekuatan militer Belanda.
Tombak ini juga memiliki bentuk yang mirip dengan lambang Belanda, yaitu singa dengan pedang dan panah.
Itulah beberapa mitos dan kisah mistis yang menyelimuti Gedung Sate Bandung.