Mitos dan Misteri Pohon Keramat Ketos di Klaten: Pohon Penjelmaan Cucu Prabu Jayabaya
- account_circle Nugroho
- calendar_month Jumat, 8 Sep 2023
- print Cetak

Pohon keramat Ketos yang dikelilingi bangunan tembok kuno. (Foto: Correcto)
Indo1.id – Pohon keramat ketos adalah salah satu pohon yang dikeramatkan oleh masyarakat Dusun Padangan, Kelurahan Palar, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Pohon ini memiliki usia sekitar 800 tahun dan berdiameter tiga meter dengan ketinggian kurang lebih tujuh meter.
Pohon ini dikelilingi oleh tembok berarsitektur Jawa kuno dan memiliki satu pintu masuk yang harus dimintai izin oleh juru kunci sebelum memasukinya.
Pohon keramat ketos dipercaya sebagai penjelmaan raga dari Eyang Bondho yang lepas dari sukmanya.
Eyang Bondho adalah salah satu cucu Prabu Jayabaya dari Kerajaan Kediri yang datang ke Padangan untuk moksa atau menyatukan diri dengan Tuhan.
Menurut cerita, Eyang Bondho memiliki ilmu tinggi dan bisa mengubah bentuk menjadi apa saja.
Ia juga bisa memberikan berkah atau malapetaka kepada orang-orang yang datang kepadanya.
Mitos dan misteri pohon keramat ketos telah ada sejak lama dan diturunkan secara lisan dari generasi ke generasi oleh masyarakat Padangan.
Berikut adalah beberapa mitos dan misteri yang berkembang tentang pohon keramat ketos:
Mitos Pesugihan
Salah satu mitos yang paling terkenal tentang pohon keramat ketos adalah mitos pesugihan atau cara cepat kaya dengan bantuan makhluk gaib.
Mitos ini mengatakan bahwa orang-orang yang ingin mendapatkan pesugihan harus datang ke pohon keramat ketos pada malam Jumat Kliwon atau Selasa Kliwon dengan membawa sesajen tertentu.
Sesajen tersebut biasanya berupa kambing hitam, ayam hitam, telur ayam kampung, beras merah, minyak wangi, dupa, kemenyan, rokok kretek, kopi hitam, gula merah, dan uang logam.
Sesajen tersebut harus diletakkan di bawah pohon keramat ketos sambil membaca mantra tertentu.
Setelah itu, orang-orang yang ingin mendapatkan pesugihan harus menunggu hingga tengah malam.
Jika beruntung, mereka akan bertemu dengan Eyang Bondho atau makhluk gaib lainnya yang akan memberikan uang atau harta benda kepada mereka.
Namun, ada syaratnya. Mereka harus memberikan tumbal berupa nyawa manusia atau hewan setiap bulan atau tahun.
Jika mereka tidak memenuhi syarat tersebut, maka mereka akan mendapatkan malapetaka seperti sakit keras, kecelakaan, bangkrut, atau mati mendadak.
Mitos Penyembuhan
Mitos lain yang berkaitan dengan pohon keramat ketos adalah mitos penyembuhan atau cara mengobati penyakit dengan bantuan makhluk gaib.
Mitos ini mengatakan bahwa orang-orang yang sakit atau mengalami gangguan gaib bisa datang ke pohon keramat ketos pada siang hari dengan membawa sesajen tertentu.
Sesajen tersebut biasanya berupa ayam putih, telur ayam kampung, beras putih, minyak wangi, dupa, kemenyan, rokok kretek, kopi putih, gula putih, dan uang logam.
Sesajen tersebut harus diletakkan di bawah pohon keramat ketos sambil membaca doa tertentu.
Setelah itu, orang-orang yang sakit atau mengalami gangguan gaib harus meminta izin kepada juru kunci untuk masuk ke dalam area pohon keramat ketos.
Di dalam area tersebut, mereka harus berdoa dan meminta kesembuhan kepada Eyang Bondho atau makhluk gaib lainnya.
Jika beruntung, mereka akan merasakan adanya perubahan positif pada kondisi tubuh atau jiwa mereka.
Namun, ada syaratnya. Mereka harus bersyukur dan berjanji untuk tidak berbuat dosa atau melanggar adat istiadat setempat.
Mitos Penampakan
Mitos yang paling sering diceritakan tentang pohon keramat ketos adalah mitos penampakan atau cara melihat makhluk gaib yang berada di sekitar pohon keramat ketos.
Mitos ini mengatakan bahwa orang-orang yang ingin melihat makhluk gaib harus datang ke pohon keramat ketos pada malam hari dengan membawa kamera atau alat perekam lainnya.
Orang-orang yang ingin melihat makhluk gaib harus meminta izin kepada juru kunci untuk masuk ke dalam area pohon keramat ketos.
Di dalam area tersebut, mereka harus berhati-hati dan tidak mengganggu apapun yang ada di sana.
Mereka juga harus mematikan semua alat elektronik yang mereka bawa kecuali kamera atau alat perekam.
Setelah itu, mereka harus mengambil gambar atau merekam apa yang ada di sekitar pohon keramat ketos.
Jika beruntung, mereka akan bisa melihat sosok-sosok makhluk gaib seperti Eyang Bondho, kuntilanak, pocong, genderuwo, atau lainnya.
Namun, ada syaratnya. Mereka harus menghormati dan tidak mengejek atau menghina makhluk gaib tersebut.
Jika mereka melanggar syarat tersebut, maka mereka akan mendapatkan malapetaka seperti kamera atau alat perekam rusak, gambar atau rekaman hilang, atau diganggu oleh makhluk gaib tersebut.
Demikianlah beberapa mitos dan misteri tentang pohon keramat ketos di Klaten yang telah kami rangkum dari berbagai sumber.
Apakah Anda percaya atau tidak dengan mitos-mitos tersebut? Yang pasti, selalu berhati-hati dan menghormati adat istiadat setempat saat berkunjung ke tempat-tempat yang dikeramatkan.
- Penulis: Nugroho


Saat ini belum ada komentar