Beliau tak hanya membawa tongkat tersebut dalam kunjungan diplomatik ke berbagai negara, tetapi juga selalu memegangnya ketika berpidato di hadapan pemimpin dan jenderal.
Tongkat ini dianggap sebagai lambang kekuatan dan otoritas.
Berasal dari Pegunungan Kalak, Ponorogo, wilayah Utara Pacitan, kayu yang digunakan untuk membuat tongkat ini memiliki nilai magis tersendiri.
Diyakini bahwa kayu tersebut memiliki energi alami yang dipercayai memberikan kekuatan dan kharisma kepada pemiliknya.