Teori ilmiah ketiga adalah teori dyke atau tanggul gunung berapi.
Menurut teori ini, Al Naslaa adalah hasil dari magma yang mengeras di dalam retakan batuan.
Ketika magma tersebut mendingin dan menyusut, ia menyebabkan celah di antara dua bagian batuan.
Namun, teori ini juga masih kontroversial karena tidak ada bukti adanya aktivitas vulkanik di daerah tersebut.
Teori Non-Ilmiah
Selain teori-teori ilmiah, ada juga teori-teori non-ilmiah yang mencoba menjelaskan fenomena Al Naslaa.
Salah satu teori non-ilmiah yang paling populer adalah teori peradaban kuno yang maju.
Menurut teori ini, Al Naslaa adalah karya seni atau monumen yang dibuat oleh peradaban kuno yang memiliki teknologi canggih untuk membelah batu dengan presisi tinggi.
Namun, teori ini tidak memiliki bukti arkeologis atau sejarah yang mendukungnya.
Teori non-ilmiah lainnya adalah teori alien atau makhluk luar angkasa.
Menurut teori ini, Al Naslaa adalah hasil dari intervensi alien atau makhluk luar angkasa yang memiliki kemampuan untuk membelah batu dengan sinar laser atau alat lainnya.
Namun, teori ini juga tidak memiliki bukti ilmiah atau logis yang meyakinkan.
Kesimpulan
Al Naslaa adalah formasi batu yang terbelah sempurna di Arab Saudi yang masih menyimpan banyak misteri dan mitos.
Hingga saat ini, belum ada teori yang dapat menjelaskan secara pasti bagaimana batu ini bisa terbentuk.
Apakah Anda memiliki pendapat atau hipotesis sendiri tentang fenomena ini? Silakan berbagi di kolom komentar di bawah ini.








