Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Mitos » Mitos dan Asal Usul Kota Trenggalek, Kota Gaplek yang Berawal dari Kisah Cinta dan Buaya Putih

Mitos dan Asal Usul Kota Trenggalek, Kota Gaplek yang Berawal dari Kisah Cinta dan Buaya Putih

  • account_circle Nugroho
  • calendar_month Sabtu, 14 Okt 2023
  • print Cetak

Indo1.id – Trenggalek adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang terkenal dengan julukan “Kota Gaplek”. Gaplek adalah makanan khas Trenggalek yang terbuat dari singkong yang dikeringkan dan digiling. Namun, tahukah Anda bagaimana asal usul nama Trenggalek itu sendiri?

Menurut beberapa sumber, nama Trenggalek berasal dari kata “teranging galih” yang berarti terangnya hati. Kata ini diberikan oleh Ki Ageng Sinawang, seorang tokoh penting dalam sejarah Trenggalek.

Ki Ageng Sinawang adalah pimpinan sebuah padepokan yang bernama Sinawang, yang terletak di wilayah barat Bumi Pardikan Sendang Kamulyan.

Ki Ageng Sinawang memiliki seorang istri bernama Raden Ayu Saraswati, yang merupakan putri satu-satunya dari Raja Majapahit.

Raden Ayu Saraswati menderita penyakit aneh yang membuat tubuhnya mengeluarkan bau amis yang menyengat. Raja Majapahit sudah mencoba berbagai cara untuk menyembuhkan putrinya, namun tidak ada yang berhasil.

Akhirnya, atas saran Patih, Raja Majapahit memutuskan untuk mengirim putrinya ke padepokan Sinawang, dengan harapan bisa disembuhkan oleh Ki Ageng Sinawang.

Sesampainya di sana, Raden Ayu Saraswati disambut dengan baik oleh Ki Ageng Sinawang dan murid-muridnya. Salah satu murid Ki Ageng Sinawang yang paling setia adalah Menak Sopal.

Menak Sopal adalah seorang bayi laki-laki yang ditemukan oleh Ki Ageng Sinawang di pinggir sungai Bagong. Bayi itu dibawa ke padepokan dan dirawat oleh Ki Ageng Sinawang dan Raden Ayu Saraswati.

Menak Sopal tumbuh menjadi pemuda yang tampan, sakti, dan disukai oleh masyarakat sekitar.

Suatu hari, terjadi kekeringan di wilayah padepokan Sinawang. Menak Sopal bersama pemuda lainnya berusaha mencari sumber air untuk mengatasi masalah tersebut.

Mereka menemukan bahwa sungai Bagong mengalir deras dan melimpah. Maka, mereka memutuskan untuk membendung sungai itu agar bisa menyimpan air untuk keperluan padepokan.

Namun, bendungan yang mereka buat ternyata rusak karena digerogoti oleh seekor buaya putih. Menak Sopal pun bertekad untuk menangkap buaya itu dan meminta pertanggungjawabannya.

Setelah berhasil menemukan buaya itu, Menak Sopal menanyakan alasan buaya itu merusak bendungan mereka.

Buaya itu menjawab bahwa ia merusak bendungan karena ia tidak suka dengan air tawar. Ia mengatakan bahwa ia hanya mau berhenti merusak bendungan jika Menak Sopal memberinya kepala gajah putih sebagai ganti rugi.

Menak Sopal pun bingung karena ia tidak tahu di mana bisa mendapatkan gajah putih.

Setelah mencari-cari informasi, Menak Sopal mengetahui bahwa ada seorang wanita tua bernama Mbok Randa yang memiliki gajah putih di Desa Krandon.

Mbok Randa adalah seorang janda kaya raya yang sangat sayang kepada gajah putihnya. Menak Sopal pun pergi ke Desa Krandon untuk meminjam gajah putih Mbok Randa.

Menak Sopal meminta izin kepada Mbok Randa untuk meminjam gajah putihnya selama tiga hari dengan alasan ingin menggunakannya untuk upacara adat.

Mbok Randa awalnya ragu, namun akhirnya setuju dengan syarat Menak Sopal harus bertanggung jawab jika ada apa-apa dengan gajah putihnya.

Menak Sopal pun membawa gajah putih itu ke padepokan Sinawang. Di sana, ia menyembelih gajah putih itu dan memotong kepalanya.

Ia kemudian membawa kepala gajah putih itu ke sungai Bagong dan memberikannya kepada buaya putih. Buaya putih pun senang dan berjanji tidak akan merusak bendungan lagi.

Sementara itu, Mbok Randa menunggu kepulangan gajah putihnya. Namun, setelah tiga hari berlalu, gajah putih itu tidak kunjung kembali.

Mbok Randa pun merasa khawatir dan marah. Ia pergi ke padepokan Sinawang untuk mencari Menak Sopal dan gajah putihnya.

Di padepokan Sinawang, Mbok Randa bertemu dengan Menak Sopal dan menanyakan keberadaan gajah putihnya.

Menak Sopal pun mengaku bahwa ia telah menyembelih gajah putih itu untuk diberikan kepada buaya putih sebagai tebusan agar bendungan tidak rusak lagi. Mbok Randa tidak percaya dan mengamuk kepada Menak Sopal.

Menak Sopal pun berlari meninggalkan Mbok Randa yang terus mengejarnya. Mbok Randa kemudian bertemu dengan Ki Ageng Sinawang dan menceritakan apa yang terjadi.

Ki Ageng Sinawang pun memberikan penjelasan yang sama dengan Menak Sopal. Ia juga menjelaskan bahwa apa yang dilakukan Menak Sopal adalah untuk kepentingan bersama masyarakat padepokan.

Setelah mendengar penjelasan Ki Ageng Sinawang, Mbok Randa pun merasa lega dan ikhlas. Ia menyadari bahwa gajah putihnya telah menjadi korban untuk kesejahteraan orang banyak.

Ia pun memaafkan Menak Sopal dan mengucapkan terima kasih kepada Ki Ageng Sinawang.

Ki Ageng Sinawang kemudian berkata bahwa jika suatu saat nanti padepokan Sinawang menjadi ramai dan berkembang menjadi sebuah kota, maka harus diberi nama “Teranging Galih”, yang berarti terangnya hati Mbok Randa yang telah rela mengorbankan gajah putihnya.

Kata “Teranging Galih” kemudian berubah menjadi “Trenggalek” seiring dengan perkembangan zaman.

Itulah mitos dan asal usul kota Trenggalek yang berasal dari kisah cinta antara Ki Ageng Sinawang dan Raden Ayu Saraswati, serta kisah heroik Menak Sopal yang berhadapan dengan buaya putih.

Kisah ini menunjukkan nilai-nilai luhur seperti pengorbanan, kesetiaan, dan keikhlasan yang patut diteladani oleh masyarakat Trenggalek.

  • Penulis: Nugroho

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hindari Penggunaan Bahan Ini untuk Mengobati Luka Bakar

    Hindari Penggunaan Bahan Ini untuk Mengobati Luka Bakar

    • calendar_month Jumat, 21 Jul 2023
    • account_circle M Effendi
    • 0Komentar

    Indo1.id – Luka bakar adalah jenis cedera yang sering terjadi dan memerlukan penanganan yang tepat untuk memastikan proses penyembuhan berlangsung dengan lancar. Namun, saat mencari pengobatan untuk luka bakar, terdapat beberapa bahan yang sebaiknya dihindari karena dapat memperburuk kondisi luka. Berikut adalah beberapa bahan yang tidak disarankan untuk mengobati luka bakar, sebagaimana dilansir dari Healthline […]

  • Mitos, Manfaat, dan Ciri-Ciri Kayu Sono Keling

    Mitos, Manfaat, dan Ciri-Ciri Kayu Sono Keling

    • calendar_month Minggu, 27 Agt 2023
    • account_circle Nugroho
    • 0Komentar

    Indo1.id – Kayu sono keling adalah salah satu jenis kayu yang memiliki nilai ekonomi dan budaya yang tinggi di Indonesia. Kayu ini memiliki warna hitam pekat dengan serat-serat halus yang berkilau. Kayu ini juga memiliki tekstur yang keras, padat, dan awet. Kayu ini banyak digunakan untuk membuat berbagai produk, seperti furnitur, kerajinan, alat musik, dan […]

  • Kumpulkan Seluruh Ketua Parpol Jokowi Tuai Kritik, Analis Politik : ‘Istana Kok Dijadikan Ajang Politik Praktis’

    Kumpulkan Seluruh Ketua Parpol Jokowi Tuai Kritik, Analis Politik : ‘Istana Kok Dijadikan Ajang Politik Praktis’

    • calendar_month Rabu, 3 Mei 2023
    • account_circle Sekti Leksono
    • 0Komentar

    Indo1.id – Acara berbalut silaturahmi yang digelar Presiden Joko Widodo alias Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (2/5/2023) malam dianggap tak etis. Pasalnya, Jokowi mengundang para ketua umum partai politik dalam agenda silaturahmi tersebut.  Hal itu dikatakan Analis Politik sekaligus Direktur Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah. Menurutnya, Jokowi sudah menggunakan fasilitas kantor presiden atau kepala negara untuk kegiatan politik […]

  • Berhubungan Intim Disaat Istri Hamil Itu Berbahaya? Yuk Simak Pendapat Pakar!

    Berhubungan Intim Disaat Istri Hamil Itu Berbahaya? Yuk Simak Pendapat Pakar!

    • calendar_month Sabtu, 13 Mei 2023
    • account_circle Nugroho
    • 0Komentar

    Indo1.id – Berhubungan intim antara pasangan suami istri merupakan kegiatan yang umum dilakukan sebagai ekspresi kasih sayang dan intimasi. Namun, disaat istri sedang hamil, kegiatan seksual menjadi hal yang kontroversial dan menimbulkan banyak pertanyaan. Kebanyakan  khawatir jika berhubungan intim akan membahayakan kesehatan janin dalam kandungan. Namun, dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dr. Christian Wijaya, SpOG, memberikan […]

  • Olahraga Terbaik Saat Menjalani Ibadah Puasa, Tetap Sehat dan Bugar Tanpa Lelah

    Olahraga Terbaik Saat Menjalani Ibadah Puasa, Tetap Sehat dan Bugar Tanpa Lelah

    • calendar_month Jumat, 14 Mar 2025
    • account_circle Hanken Arya
    • 0Komentar

    Indo1.id – Menjalani ibadah puasa bukanlah alasan untuk menghentikan aktivitas fisik seperti olahraga. Justru, berolahraga saat puasa dapat membantu menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan stamina, dan mencegah rasa lemas. Namun, pemilihan jenis olahraga dan waktu yang tepat sangat penting agar tidak mengganggu ibadah puasa. Berikut adalah panduan lengkap tentang olahraga terbaik saat puasa dan tips melakukannya […]

  • Dewi Perssik Geram Usai King Saipul Jamil Ungkap Sisi Negatifnya Saat Masih Menjadi Pasangan Suami Istri !

    Dewi Perssik Geram Usai King Saipul Jamil Ungkap Sisi Negatifnya Saat Masih Menjadi Pasangan Suami Istri !

    • calendar_month Senin, 24 Jul 2023
    • account_circle Sekti Leksono
    • 0Komentar

    Indo1.id – Baru-baru ini, publik diramaikan dengan perseteruan yang terjadi antara Dewi Perssik dan Saipul Jamil. Pasalnya, mantan suami istri yang sempat dikabarkan menjalin hubungan yang baik usai bercerai justru saling menyerang satu sama lain. Dilansir dari unggahan akun Instagram @lambe_danu pada Minggu (23/7/2023), Saipul Jamil membuat sebuah video khusus yang kemudian menjadi viral. Pasalnya, mantan suami Dewi Perssik itu membeberkan […]

expand_less