Indo1.id – Jalur tol Cikopo Palimanan, yang membentang sepanjang 116 KM dan menghubungkan daerah Cikopo Purwakarta dengan Palimanan Cirebon, memiliki satu buah batu yang konon disebut sebagai Batu Bleneng di ruas tol Cipali, tepatnya di kilometer 182.
Asal-usul batu ini telah menjadi pertanyaan, dengan berbagai legenda cerita mistis yang mengelilinginya.
Batu Bleneng ini sering dikaitkan dengan cerita mistis yang terkesan tidak masuk akal.
Namun, jalan tol ini bukan hanya memiliki kisah mistis, tetapi juga menjadi ruas tol terpanjang di Pulau Jawa dan di Indonesia antara tahun 2015 hingga 2019.
Proyek pembangunan jalan tol trans Jawa dimulai pada tahun 1996 di masa kepemimpinan Presiden Soeharto, tetapi dihentikan pada tahun 1997-1998 saat krisis ekonomi menghantam Indonesia atas permintaan IMF.
Pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, proyek ini diteruskan dan akhirnya selesai pada masa Presiden Joko Widodo.
Ketika melintasi jalur tol Cipali, khususnya di KM 182, pengendara pasti akan memperhatikan batu Bleneng.
Terletak di sisi kanan jalan, batu ini berada di bukit bernama Bukit Salam.
Pembelahan Bukit Salam untuk jalan tol menciptakan tebing besar sekitar 300 meter panjangnya.
Sebagian masyarakat percaya bahwa kawasan batu Bleneng dihuni oleh ribuan makhluk halus.
Terletak di Desa Walahar, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, batu ini sering dikaitkan dengan cerita mistis yang beredar di masyarakat.
Ada cerita bahwa saat proses pemindahan batu Bleneng menggunakan alat berat, upaya tersebut selalu gagal, menguatkan keyakinan akan keberadaan makhluk halus di sekitar batu ini.
Selain itu, beberapa tragedi kecelakaan di sekitar kilometer 180 juga dikaitkan dengan batu Bleneng ini.
Batu Bleneng memiliki bentuk besar dengan hanya bagian bawahnya yang menempel ke tanah, sehingga ada kekhawatiran bahwa batu ini bisa jatuh menimpa kendaraan yang melintas di bawahnya.
Meskipun begitu, batu Bleneng masih tetap berada di tempatnya.
Ada juga asumsi bahwa jalur tol Cipali seharusnya bisa lurus hingga Palimanan, tanpa belokan di kilometer 180, jika tidak ada pengaruh dari keberadaan Batu Bleneng tersebut.
Namun, pembangunan jalan tol Cipali tetap dilanjutkan sesuai rencana awal.
Sehingga, Batu Bleneng tetap menjadi misteri di ruas tol tersebut.








