Abu vulkanik yang terbawa angin menutupi langit dan menghalangi sinar matahari, menyebabkan suhu bumi turun drastis hingga 10 derajat Celsius selama beberapa tahun.
Fenomena ini disebut sebagai “musim dingin vulkanik” atau “volcanic winter”.
Musim dingin vulkanik ini berdampak buruk bagi tumbuhan dan hewan, termasuk manusia.
Banyak tanaman yang mati karena kekurangan cahaya dan air, sehingga menyebabkan kelaparan dan kepunahan bagi banyak spesies.
Manusia purba yang hidup pada saat itu juga mengalami kesulitan untuk bertahan hidup. Beberapa penelitian bahkan mengemukakan bahwa letusan Danau Toba hampir melenyapkan manusia dari muka bumi.
Salah satu teori yang populer adalah “teori botol leher” atau “bottleneck theory” . Teori ini menyatakan bahwa populasi manusia purba mengalami penurunan drastis akibat letusan Danau Toba, sehingga hanya tersisa sekitar 10.000 individu di seluruh dunia.