Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Mitos » Mitos dan Keistimewaan Keris Condong Campur: Legenda Pusaka Majapahit!

Mitos dan Keistimewaan Keris Condong Campur: Legenda Pusaka Majapahit!

  • account_circle Nugroho
  • calendar_month Rabu, 22 Mei 2024
  • print Cetak

Indo1.id – Keris Condong Campur, juga dikenal dengan sebutan Kanjeng Kyai Condong Campur, adalah salah satu keris pusaka yang mendapat banyak perhatian dalam legenda dan folklor Kerajaan Majapahit.

Keris ini memiliki ciri khas dan filosofi yang unik, serta mengandung makna mendalam. Mari kita telusuri lebih lanjut mengenai mitos dan keistimewaan keris yang menarik ini:

1. Keunikan Bentuk dan Filosofi

Keris Condong Campur memiliki bentuk dapur keris lurus dengan panjang bilah sedang.
Dilengkapi dengan kembang kacang, satu lambe gajah, dan satu sogokan di depan.

Ukuran panjangnya mencapai ujung bilah tanpa adanya sogokan belakang. Keris ini juga menggunakan gusen dan lis-lis-an.

Nama “Condong Campur” memiliki makna filosofis yang luar biasa : “Condong” merujuk pada miring atau mengarah ke suatu titik, menggambarkan keberpihakan atau keinginan. “Campur” berarti penyatuan atau perpaduan.

Keris Condong Campur melambangkan keinginan untuk menyatukan perbedaan dan mencapai kesatuan dalam keberagaman.

2. Sejarah dan Filosofi Kerajaan Majapahit

Keris Condong Campur memiliki kaitan dengan sejarah dan filosofi Kerajaan Majapahit.

Pada masa kejayaannya, terjadi perbedaan yang signifikan di antara masyarakat, termasuk perbedaan agama, budaya, dan kasta.

Golongan pertama terdiri dari pemilik modal, pedagang, dan pejabat, sementara golongan kedua adalah masyarakat bawah yang merasa terpinggirkan.

Dalam dunia keris, golongan pertama diibaratkan dengan keris Sabuk Inten, yang menggambarkan kemewahan dan kekayaan pemilik modal.

Keris Sengkelat melambangkan perasaan kesal dan kecewa golongan kedua atas kondisi yang mereka alami.

3. Upaya Persatuan yang Tertunda

Keris Condong Campur menjadi simbol upaya untuk menyatukan golongan-golongan yang berbeda.

Namun, upaya pembauran yang sebenarnya terjadi hanya pada permukaan saja, karena para pemilik modal tidak berkeinginan untuk terlibat dalam persatuan ini, khawatir akan mengganggu kepentingan mereka.

Filosofi ini merefleksikan keadaan masyarakat pada masa itu dan bagaimana beragamnya pandangan dan kepentingan menyulitkan tercapainya persatuan yang sesungguhnya.

  • Penulis: Nugroho

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mitos Reog Ponorogo, Seni Budaya Mistis dan Magis dari Jawa Timur

    Mitos Reog Ponorogo, Seni Budaya Mistis dan Magis dari Jawa Timur

    • calendar_month Selasa, 17 Okt 2023
    • account_circle M Effendi
    • 0Komentar

    Indo1.id – Seni Tradisional Reog Ponorogo merupakan salah satu seni budaya yang berasal dari Jawa Timur bagian barat-laut, dengan Ponorogo dianggap sebagai kota asalnya. Seni ini menjadi warisan budaya yang masih kental dengan unsur mistis dan ilmu kebatinan. Pertunjukan Reog melibatkan topeng berbentuk kepala singa, dikenal sebagai Singa Barong, yang menjadi simbol Kertabumi, raja hutan, […]

  • Rina Nose Ikut Ajang Pencarian Bakat Di Negeri Jiran Malaysia

    Rina Nose Ikut Ajang Pencarian Bakat Di Negeri Jiran Malaysia

    • calendar_month Senin, 15 Mei 2023
    • account_circle Sekti Leksono
    • 0Komentar

    Indo1.id – Komedian Rina Nose dikabarkan mengikuti ajang pencarian bakat di Jiran. Videonya mengikuti acara tersebut viral di media sosial (Medsos) Instagram. Salah satu akun yang mengunggah video tersebut adalah @viral62com. Untuk diketahui, pemilik nama asli Nurina Permata Putri ini juga sempat mengikuti ajang pencarian bakat Akademi Fantasi Indosiar (AFI) pada tahun 2000-an. Dalam video yang diunggah akun gosip itu. […]

  • G-Shock Luncurkan Smartwatch Pertama dengan Wear OS by Google

    G-Shock Luncurkan Smartwatch Pertama dengan Wear OS by Google

    • calendar_month Sabtu, 18 Nov 2023
    • account_circle Nugroho
    • 0Komentar

    Indo1.id – G-Shock, merek jam tangan yang terkenal dengan ketangguhan dan keandalannya, baru saja meluncurkan smartwatch pertamanya yang menggunakan sistem operasi Wear OS by Google. Smartwatch ini bernama G-Shock GSW-H1000 dan merupakan bagian dari seri G-SQUAD PRO yang ditujukan untuk para penggemar olahraga dan gaya hidup aktif. G-Shock GSW-H1000 memiliki desain yang kokoh dan sporty, […]

  • Dikira Artis Gimmik, Rachel Vennya : “Kalau Dibayar Mahal Banget Mau”

    Dikira Artis Gimmik, Rachel Vennya : “Kalau Dibayar Mahal Banget Mau”

    • calendar_month Minggu, 7 Mei 2023
    • account_circle Sekti Leksono
    • 0Komentar

    Indo1.id – Sempat putus, Rachel Vennya kembali ke pelukan Salim Nauderer. Hal ini menimbulkan kecurigaan di benak netizen. Seorang netizen menduga putusnya Rachel Vennya dengan Salim Nauderer beberapa waktu lalu hanya prank untuk menghindari kasus kabur dari karantina COVID-19. “Bukannya dulu putus sama Salim kak, berarti kami hanya diprank karena kasus si paling sopan itu ya kak,” komentar […]

  • Lirik Lagu Glitch Mode – NCT DREAM Romanized dan Terjemahan | Album : Glitch Mode 

    Lirik Lagu Glitch Mode – NCT DREAM Romanized dan Terjemahan | Album : Glitch Mode 

    • calendar_month Sabtu, 25 Mar 2023
    • account_circle Ari arjuno
    • 0Komentar

    indo1.id – NCT Dream telah melakukan comeback-nya pada Senin, 28 Maret 2022, dengan album bertajuk Glitch Mode.    Album Glitch Mode ini juga memiliki lagu utama dengan judul yang sama yakni, Glitch Mode. NCT Dream berhasil membawakannya dengan apik.    Glitch Mode – NCT Dream merupakan lagu bergenre Hip-Hop dengan chorus yang unik dan nyanyian yang adiktif.  […]

  • Koalisi Besar Hanya Wacana? Airlangga Hartanto : Saya Pastikan Jelang Pilpres 2024 Koalisi Besar Sudah Terbentuk

    Koalisi Besar Hanya Wacana? Airlangga Hartanto : Saya Pastikan Jelang Pilpres 2024 Koalisi Besar Sudah Terbentuk

    • calendar_month Kamis, 13 Apr 2023
    • account_circle Sekti Leksono
    • 0Komentar

    Indo1.id – Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, menilai upaya membangun koalisi besar ini penting lantaran Indonesia merupakan negara besar, sehingga keberadaan koalisi yang besar siap untuk menopangnya. Menurut Airlangga, kerja sama antar-partai diperlukan untuk menghadapi tantangan ke depan. Bukan hanya tantangan yang datang dari dalam negeri, melainkan untuk menjawab tantangan global yang sekarang ini dilanda […]

expand_less