Sekilas Mengenang Peristiwa Malari: Sejarah Kerusuhan Mahasiswa dan Dampaknya pada 15 Januari 1974

  • Bagikan
Peristiwa Malari: Sejarah Kerusuhan Mahasiswa pada 15 Januari 1974 ( foto: MetroTV )

Demonstrasi ini dipicu oleh kunjungan Perdana Menteri Jepang, Kakuei Tanaka, yang dianggap sebagai simbol dominasi ekonomi Jepang di Indonesia.

Tuntutan mahasiswa mencakup:

  • Penolakan terhadap investasi asing yang merugikan rakyat.
  • Reformasi kebijakan ekonomi yang lebih berkeadilan.
  • Pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme di pemerintahan.

Kerusuhan 15 Januari 1974

Demonstrasi yang awalnya berlangsung damai berubah menjadi kerusuhan besar pada 15 Januari 1974.

  • Kerusuhan Meluas: Massa yang marah mulai melakukan aksi pembakaran dan penjarahan terhadap properti milik perusahaan asing, terutama Jepang, seperti mobil dan gedung.
  • Tindakan Represif Pemerintah: Aparat keamanan dikerahkan untuk membubarkan kerumunan, namun bentrokan antara demonstran dan polisi semakin memperburuk situasi.
Baca Juga :  Mitos Misteri dan Sejarah Toko Merah di Kawasan Kota Tua Jakarta

Kerusuhan ini mengakibatkan:

  • Kerugian Materi: Puluhan gedung dan kendaraan hancur terbakar.
  • Korban Jiwa: Dilaporkan 11 orang meninggal dunia, ratusan luka-luka, dan ribuan ditangkap.

Dampak Peristiwa Malari

  1. Krisis Politik:
    Peristiwa Malari menjadi pukulan bagi pemerintahan Soeharto, menunjukkan adanya ketidakpuasan besar terhadap kebijakan pemerintah.
  2. Reformasi Kabinet:
    Peristiwa ini memaksa Presiden Soeharto merombak kabinetnya dan memecat pejabat yang dianggap bertanggung jawab, termasuk Panglima Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib), Jenderal Soemitro.
  3. Pengendalian Ketat terhadap Mahasiswa:
    Pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap gerakan mahasiswa dengan membatasi kebebasan berkumpul dan menyuarakan pendapat.
Baca Juga :  Rekor Mengerikan: Suhu Bumi Lampaui Angka Kritis 2 Derajat Celcius

Warisan Peristiwa Malari

Malari menjadi pengingat penting dalam sejarah Indonesia tentang bagaimana ketidakpuasan terhadap ketimpangan ekonomi dan dominasi asing dapat memicu ketegangan sosial.

Peristiwa ini juga menjadi simbol perlawanan mahasiswa terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak adil.

Bagi generasi saat ini, Malari memberikan pelajaran tentang pentingnya dialog antara pemerintah dan masyarakat untuk mencegah konflik, serta perlunya kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat.

Baca Juga :  Kerusakan Museum Dewantara, Bukti 'Generasi Muda Indonesia Tidak Paham Sejarah'!

Kesimpulan

Peristiwa Malari adalah salah satu tonggak sejarah penting yang mencerminkan dinamika politik, ekonomi, dan sosial Indonesia di era Orde Baru.

Demonstrasi mahasiswa pada 15 Januari 1974 mengungkapkan ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah, yang berujung pada kerusuhan besar.

Meskipun peristiwa ini meninggalkan luka, Malari juga menjadi pengingat tentang pentingnya keadilan sosial dan transparansi dalam pemerintahan, serta kekuatan mahasiswa sebagai penggerak perubahan sosial.***

  • Bagikan