“Harus dijadikan ikon, jadi kota yang bernuansa alam, jangan kota selalu pembangunan infrastruktur,” terang dia.
Selanjutnya, dia mengaku pihaknya akan membangun kerjasama dengan seluruh elemen masyarakat, stake holder, pemuda maupun OPD terkait agar bisa menjadikkan ikan hias sebagai ikon baru Kota Depok.
Sementara itu Sekretaris BRSDM, Maman Hermawan mengatakan Indonesia adalah salah satu Negara penghasil ikan hias terbesar di dunia.
“Pada 2008 lalu Indonesia masih berada di urutan 17 dunia dalam perdagangan, dan sampai 2016 sudah berada diurutan keempat di dunia. Kita masih kalah dengan Singapore dan beberapa Negara lainnya,” terangnya.
Oleh sebab itulah, pihaknya terus melakukan promosi pasar di tingkat dunia.
“Promosi menuntut masalah kualitas, ukuran dan lainnya. Di tingkat nasional kami membangun pusat-pusat promosi ikan hias di Indonesia, salah satunya yang berada di Laladon, Kabupaten Bogor,”tutur dia(ira/id/I1*)








