Namun, sebuah ungkapan mengejutkan datang dari Kementerian Perdagangan yang mengaku menjual 415 juta liter minyak goreng ke luar negeri.
Hal ini disampaikan langsung oleh Muhammad Lutfi, Menteri Perdagangan Indonesia yang mengatakan bahwa telah ada kebocoran.
Muhammad Lutfi mengatakan bahwa ada kebocoran penjualan minyak goreng murah hasil Domestic Market Obligation atau DMO ke Luar Negeri.
Lutfi juga menambahkan bahwa seharusnya ketersediaan minyak goreng murah tersebut bisa memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 1,5 bulan ke depan.
Karena dijualnya minyak goreng murah ke Luar Negeri ini juga menyebabkan harga minyak goreng masih tertahan tinggi hingga saat ini.
Pengakuan mengejutkan ini membuat masyarakat ramai berkomentar, salah satunya menyoroti kegiatan kemendag yang menuding warga menimbun minyak goreng.
Pernyataan tersebut datang dari Berlian Idris di Twitter, yang menyindir pemerintah.