Namun, sebuah ungkapan mengejutkan datang dari Kementerian Perdagangan yang mengaku menjual 415 juta liter minyak goreng ke luar negeri.
Hal ini disampaikan langsung oleh Muhammad Lutfi, Menteri Perdagangan Indonesia yang mengatakan bahwa telah ada kebocoran.
Muhammad Lutfi mengatakan bahwa ada kebocoran penjualan minyak goreng murah hasil Domestic Market Obligation atau DMO ke Luar Negeri.
Lutfi juga menambahkan bahwa seharusnya ketersediaan minyak goreng murah tersebut bisa memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 1,5 bulan ke depan.
Karena dijualnya minyak goreng murah ke Luar Negeri ini juga menyebabkan harga minyak goreng masih tertahan tinggi hingga saat ini.
Pengakuan mengejutkan ini membuat masyarakat ramai berkomentar, salah satunya menyoroti kegiatan kemendag yang menuding warga menimbun minyak goreng.
Pernyataan tersebut datang dari Berlian Idris di Twitter, yang menyindir pemerintah.
“Abis nuduh warga nimbun, sekarang ngaku migor (minyak goreng) dijual murah ke luar negeri, bubar aja udah,” tulis Berlian dalam akun Twitternya @berlianidris.
Sebelumnya, dikutip dari galamedia.pikiran-rakyatcom Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan (Kemendag) Didid Noordiatmoko menjelaskan bahwa produksi minyak goreng sudah mendekati kebutuhan konsumen dan tidak seharusnya mengalami kelangkaan.
Didid juga menduga bahwa kelangkaan minyak goreng terjadi karena adanya warga yang menimbun minyak goreng.
Penimbunan itu dilakukan untuk menjual kembali minyak goreng dengan harga mahal dan mendapat keuntungan besar.
Usai pengakuan menjual minyak goreng murah ke Luar Negeri itu mencuat, Lutfi berjanji akan bertindak tegas.
Jika dugaan adanya kecurangan menjual minyak goreng ke luar negeri ini benar terjadi, Lutfi menyatakan bahwa ini sudah melawan hukum.
Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi pun berjanji akan menindak tegas tindak kecurangan tersebut.***








