Viral, di Semarang Seorang Kakek Huni Rumah Seorang Diri Tanpa Penerangan Listrik

  • Bagikan
Tampak rumah Edy yang tidak terawat di penuhi sampah depan halaman, dan sebuah mobil Jeep terparkir di teras yang sudah berkarat

Indo1.id ll Semarang – Edy (73) warga Hawa 1, KeluarahanKarangtempel, Semarang Selatan belakangan viral.

Edy tinggal di sebuah rumah yang dipenuhi belukar dan akar-akar liar serta gelap karena tidak ada listrik.

Kisah Edy ini sejenak mengingatkan pada Tiko dan Ibunya di Jakarta yang tinggal di sebuah rumahbesar dengan tanpa listrik.

Saat Indo1.id menyambangi lokasi, Edy sedang keluar rumah. Saat ini dia sudah berbeda, dia tidak mau ditemui oleh media.

Baca Juga :  Jokowi Akui Tidak Undang Nasdem, 'Kan Sudah Punya Koalisi Sendiri'

Alasannya tak lain dia sudah tidak ingin banyak di exspos lagi setelah kemarin sempat viral.

Akhirnya yang bisa ditemui hanya Ketua RW 3 Kampung Hawa 1 Sumakno Hadi (76).

Sumakno sempat mengantar kerumah Edy. Sebagaimana yang viral, cuma sebatas depan pintu pagar

Di samping halamannya yang jadi pintu masuk, dipenuhi oleh sampah-sampah yang berserakan dan tumbuhan liar.

Untuk depan rumahnya terdapat sebuah mobil Jeep tahun 80-an yang berkarat dan apabila disentuh saja mungkin sudah ambrol.

Baca Juga :  Gus Miftah Layangkan Somasi! Kuasa Hukum Korban Robot Trading ATG Meminta Maaf

Sementara baru-baru ini ada juga penjual soto ayam yang numpang sebentar di halaman Edy karena tempat lamanya sedang dibangun.

Tepat di lokasi yang digunakan untuk berjualan soto itu ada sebuah ruangan yang kalau dibayangkan, mungkin dulu sempat buat toko kelontong dan satu lagi, ada sepetak ruangan bekas wartel karena masih terdapat tulisan penandanya.

Baca Juga :  Dituduh Peras Keluarga Jessica Wongso, Otto Hasibuan Angkat Bicara 'Ini Mencederai Nama Baik Saya'

Sumakno Hadi, ketua RW tadi memaparkan jika warganya itu sudah lama tinggal sendiri.

Sumakno tidak ingat kapan anak-anaknya meninggalkan Edy, yang jelas mereka angkat kaki sejak istri Edy atau ibu mereka meninggal.

“Kisaran tahun-tahun 2003. Itu sudah 10 tahunan lebih, bahkan mungkin 20 tahun,” katanya saat ditemui Kamis 2 Februari 2023.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan