Hasil Pertemuan Jokowi Di Jerman, Ini Penjelasan Menteri Ekonomi : Pulang Bawa Oleh-oleh US$1,98 Miliar

  • Bagikan
Hasil Pertemuan Jokowi Dijerman, Airlangga Hartanto selaku Menteri Ekonomi Republik Indonesia berkelakar "Pulang Bawa Oleh-oleh US $1,98 Miliar" (doc.foto Menteri Bidang Perekonomian)

“Kerja sama konkret kedua negara semakin meneguhkan langkah mengatasi kendala supply chain dan berkomitmen membangun iklim investasi,” ucapnya.

Airlangga menuturkan, Jerman menjadi salah satu kontributor Just Energy Transition Partnership (JETP) yang diluncurkan tahun lalu saat Presidensi G20 Indonesia di dalam bagian dari Partnership for Global Investment and Infrastructure (PGII) untuk dekarbonisasi energi.

Baca Juga :  Himbauan KNKT: Orang Tua Dilarang Bawa Bayi Naik Motor Saat Mudik.

“Kerja sama penting lain yang diperkuat adalah mengatasi climate change dancarbon neutrality. Upaya tersebut ditujukan untuk mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat di kedua negara,” kata Olaf Scholz, dalam kesempatan yang sama.

Dalam pidatonya di acara Business Summit, Jokowi lalu menjelaskan strategi prioritas pembangunan ekonomi Indonesia adalah hilirisasi industri, transisi energi, serta pembangunan IKN.

Baca Juga :  Diduga Artis Ajak Joget Jokowi, Auto Kena Marah Pasmapres 'Tolong Sopan Santun Dijaga'

Menurutnya, hilirisasi industri bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi (added value), menjaga keberlanjutan dan lingkungan serta membuka lapangan kerja. “Indonesia menyatakan siap untuk menjadi mitra pengembangan industri semikonduktor dan joint production baterai kendaraan listrik,” tandas Jokowi.

Terkait transisi energi, Airlangga menilai, potensi EBT Indonesia sangat besar yang dapat mencapai 434 GW. Untuk mengembangkannya, Indonesia membutuhkan dukungan pembiayaan yang inovatif, transfer teknologi tinggi, serta re-skilling tenaga kerja.

Baca Juga :  Menhan Prabowo Subianto Akan Temui Presiden Joko Widodo Hari Ini? Ada Apa?

“Prioritas lain adalah pembangunan IKN dengan desain smart & sustainable forest city menempati luas lahan 250 ribu hektare dan 65% lahan untuk hutan tropis. Presiden Joko Widodo menegaskan IKN dibangun berdasarkan pada prinsip green energy dan green economy,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan