Indo1.id – Pada hari pertama cuti bersama Lebaran 2023, Presiden Jokowi mengingatkan kembali masyarakat mengenai kenaikan kasus Covid-19. Menurut data Kementerian Kesehatan, jumlah kasus terakhir mencapai 1.343.
Dalam video yang diunggah oleh Sekretariat Presiden di Youtube pada Rabu (19/4/2023), Presiden Jokowi menekankan pentingnya vaksinasi, baik vaksinasi pertama dan kedua maupun booster pertama dan kedua.
Ia meminta masyarakat untuk tidak merasa aman dan tetap melengkapi dengan vaksinasi yang dianjurkan oleh pemerintah.
Presiden Jokowi juga meminta masyarakat yang merasa flu atau demam untuk menggunakan masker dan bagi mereka yang memiliki komorbid atau penyakit penyerta, dianjurkan untuk menggunakan masker. Ia juga menyarankan untuk menggunakan masker saat bertemu dengan lansia dan mencuci tangan setelah berkegiatan.
Penambahan kasus harian per tanggal 18 April 2023 mencapai 1.343 dan kasus aktif naik 752 kasus. Kasus aktif adalah penambahan kasus positif harian dikurangi jumlah pasien meninggal dan sembuh.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Mohammad Syahril, mengumumkan tambahan kasus Covid-19 sub varian Arcturus atau XBB 1.16 sebanyak lima kasus, sehingga total mencapai tujuh kasus. Sub varian Arcturus masih dalam status under monitoring dan belum termasuk variant of concern.
Meskipun terjadi kenaikan kasus, angka kematian masih belum melebihi batas yang disyaratkan oleh WHO yaitu saat di bawah 1/100.000 penduduk dan pasien yang dirawat masih belum di atas 5/100.000 penduduk. Syahril mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan menyebut bahwa pandemi masih ada dan kemungkinan akan terjadi kenaikan kasus karena sumber varian baru.
Gejala dari sub varian baru ini hampir sama dengan gejala Covid-19 sebelumnya, yakni batuk, flu, demam, dan nyeri tenggorokan. Namun, beberapa negara melaporkan gejala khas berupa mata kemerahan atau konjungtivitas dan ada kotoran.








