Robert Kiyosaki, Penulis Best Seller Ramal Ekonomi Dunia Anjlok Dalam Waktu Dekat!
- account_circle Nugroho
- calendar_month Sabtu, 29 Apr 2023
- print Cetak

Robert Kiyosaki, Ekonom Penulis Rich Dad Poor Dad. (Dok. @therealkiyosaki)
Indo1.id – Penulis Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki, telah memperingatkan akan terjadinya kekacauan ekonomi, pecahnya perang, hiperinflasi, dan peningkatan kelaparan. Ia pernah berpendapat akan terjadi dedolarisasi secara masif, dan akhirnya terbukti.
“Ini adalah sebuah senjata yang digunakan oleh dollar AS terhadap dunia. Semua sedang terjadi dengan cepat saat ini,” ujar Kiyosaki saat itu.
Kini, Robert Kiyosaki, kembali dengan prediksi yang lebih mengerikan tentang ekonomi AS, dollar, dan kekacauan ekonomi global. Kemudian memberikan pendapat tentang emas yang akan diprediksi terus membaik nilainya.
Dalam acara Rich Dad yang ditayangkan Minggu, 23 April 2023, Kiyosaki membahas dedolarisasi bersama Andy Schectman, CEO Miles Franklin Precious Metals Investments.
Schectman memulai pernyataannya dengan menyoroti peristiwa terbaru yang menyebabkan apa yang ia sebut sebagai “dedolarisasi secara massive scale,” termasuk pertemuan antara Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden China Xi Jinping.
“Ketika sekutu kita melanggar aturan, saya percaya ini akan mempercepat segalanya secara luar biasa,” tutur Schectman.
Kiyosaki kemudian mengkomentari serta menyetujui hal ini.
“Ini adalah senjata yang digunakan dollar AS terhadap dunia dan dunia sangat kesal tentang hal ini sekarang. Semua sedang terjadi dengan cepat saat ini. Semakin cepat,” tegas Kiyosaki.
Kedua pembicara pun membahas pendorong tren dedolarisasi yang semakin meningkat di seluruh dunia.
Diantaranya Saudi Arabia yang memasuki aliansi perdagangan dengan China, Rusia, India, dan Pakistan untuk semakin menjauh dari ketergantungan pada dollar AS, dan China menyelesaikan perdagangan dengan Brazil dalam mata uang lokal.
Mereka juga menyebut upaya dedolarisasi negara-negara BRICS dan blok ekonomi potensial meluncurkan mata uang baru.
Beberapa negara, seperti Indonesia, juga mengikuti langkah BRICS dan beralih dari dolar AS untuk penyelesaian perdagangan dengan memakai mata uang lain atau emas. Negara-negara BRICS adalah Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan.
Seperti diberitakan sebelumnya, sejak awal tahun, sekitar 10 bank di AS, termasuk Silvergate, Silicon Valley Bank, dan Signature Bank mengalami masalah. Signature Bank ditutup. Sementara, dua bank lainnya mendapat bailout dari pemerintah AS. Bahkan, baru-baru ini muncul berita bahwa harga saham First Republic Bank anjlok, dengan simpanan puluhan miliar anjlok, meningkatkan krisis perbankan AS. Bank tersebut sekarang menghadapi opsi untuk menjual asetnya.
Kiyosaki menyatakan bahwa krisis perbankan juga mempengaruhi raksasa Amazon, sehingga membuat perusahaan memangkas 18.000 stafnya tanpa aliran kredit.
“Apakah ini disengaja? Apakah depresi disengaja?” Kiyosaki bertanya secara retoris.
Dia meyakini ide terbaik saat ini adalah agar konsumen mengeluarkan USD mereka dari bank regional (dedolarisasi).
- Penulis: Nugroho


Saat ini belum ada komentar