“Gerhana Bulan Penumbra terjadi ketika sebagian cahaya Matahari yang terhalang oleh Bumi, dengan kata lain, Bulan masuk ke bayangan penumbra Bumi.
Saat Bulan memasuki penumbra, terangnya berkurang secara gradual.
Proses Gerhana Bulan Penumbra ini terjadi ketika posisi Bulan, Matahari, dan Bumi sejajar di mana Bulan hanya memasuki bayangan penumbra Bumi.
Akibatnya, pada saat puncak gerhana, Bulan akan terlihat lebih redup dari saat purnama,” jelas Priyatikanto.
Perbedaan antara umbra dan penumbra pada gerhana Bulan adalah bahwa jika ada bagian Bulan yang memasuki umbra, maka bagian tersebut tidak menerima cahaya Matahari, kecuali sebagian kecil yang terbiaskan oleh atmosfer Bumi. Sebaliknya, bagian yang memasuki penumbra masih menerima cahaya Matahari.
Meskipun fenomena ini tidak terlalu istimewa dibandingkan dengan gerhana bulan total, menurut Priyatikanto, ini bisa menjadi momen untuk validasi metode hisab. Masyarakat akan cukup sulit menyaksikan gerhana ini tanpa bantuan kamera karena hanya berupa peredupan purnama. Gerhana ini tidak seperti gerhana sebagian atau total yang membuat Bulan tampak kemerahan.








