Cara membuat pupuk organik cair:
1. Pecahkan telur ayam atau bebek ke dalam ember, kemudian kocok hingga kuning dan putihnya tercampur.
2. Tambahkan 10 gram micin atau sekitar dua sendok makan ke dalam ember. Aduk hingga tercampur merata.
3. Selanjutnya, tambahkan 100 ml molase atau tetes tebu ke dalam campuran telur dan micin. Jika tidak memiliki molase, gula jawa yang sudah dicairkan dapat digunakan sebagai pengganti. Aduk hingga semua bahan tercampur merata.
4. Masukkan 200 ml EM4 ke dalam campuran tersebut agar proses fermentasi lebih cepat. Aduk hingga semua bahan tercampur merata.
5. Tambahkan 1 liter air kelapa ke dalam campuran dan aduk hingga tercampur sempurna. Jika tidak ada air kelapa, air bekas cucian beras dapat digunakan sebagai pengganti.
6. Ambil toples atau wadah kedap udara yang sudah disiapkan sebelumnya. Masukkan campuran ke dalam toples dan tutup rapat agar udara tidak masuk. Meskipun begitu, toples harus dibuka sesekali untuk mengurangi gas pada pupuk.
7. Simpan pupuk organik cair di tempat gelap selama 2 minggu agar fermentasi berhasil. Jika tidak ada busa dan bau pupuk seperti tapai, berarti proses fermentasi telah selesai.
Cara menggunakan pupuk organik cair ini juga mudah. Campurkan 100 ml POC ke dalam 4 liter air, aduk hingga merata. Tuangkan 300 ml campuran tersebut ke tanah atau media tanam. Pemberian pupuk organik cair bisa dilakukan setiap minggu sekali.








