Liburan Asik Di Jalan Braga Bandung, Menikmati Nilai Historis Yang Modernis!

Salah satu sudut di Jalan Braga, serasa di Eropa dengan bunga tebebuya golden trumpetnya. (Foto: instagram @destinasibandung)

Indo1.id – Jalan Braga Bandung merupakan salah jalan yang terbentang sepanjang 1 km dan menyimpan berbagai kenangan dan nilai historis bagi masyarakat Bandung.

Suasana yang dihadirkan oleh jalan Braga  yang dikelilingi oleh bangunan tua nan bersejarah tersebut akan menjadi pengalaman yang berkesan untuk Anda.

Oleh karena itu, ketika bingung hendak menghabiskan waktu luang untuk kegiatan apa, cukup menelusuri Jalan Braga Bandung yang sudah sangat terkenal dengan keindahannya.

Mulai dari bangunan yang ikonik dengan gaya artdeco hingga cafe dan coffee shop yang nyaman dengan sajian menu yang istimewa. Ditambah penataan bangku di pinggir jalan Braga yang terasa cozy dengan atmosfer yang seru layaknya di Eropa.

Gedung Warenhuis De Vries yang berlokasi tepat di antara jalan Braga dan jalan Asia Afrika memang  mampu memikat pandangan  mata dan segera memotretnya.

Baca Juga :  Pantai Goa Langir, Destinasi Wisata Eksotis dengan Pesona Pantai, Tebing, dan Goa

Gedung di Jalan Braga itu awalnya adalah sebuah toko serba ada (toserba) milik seorang pria berkewarganegaraan Belanda dengan nama belakang ‘de Vries’.

Konon kabarnya nenek moyang keluarga ‘de Vries’ ini datang ke Kota Bandung sekitar tahun 1895 dan mendirikan toko kelontong di tepi Jalan Raya Pos atau Grote Postweg.

Gaya arsitektur yang diadopsi gedung tersebut adalah Oud Indisch Stijl atau gaya klasik Indies, yang ciri- cirinya yakni memiliki tiang-tiang kolom yang besar. Hingga kini masih menjadi salah satu sudut paling instagenic di kawasan jalan Braga

Ada juga Gedung Merdeka yang didirikan pada tahun 1895, dan siapa yang sangka kalau ternyata gedung bersejarah ini sebelumnya hanya merupakan warung kopi di tepi Jalan Braga.

Baca Juga :  Mitos Uang Gobog: Nilai Historis dan Kepercayaan Jimat

Eits bukan warung biasa ya, melainkan tempat nongkrongnya para sosialita asal Belanda yang tergabung dalam komunitas elit, Societeit Concordia di jalan Braga.

Komunitas ini kemudian menjadikan Gedung Merdeka sebagai tempat untuk hiburan dan sosialisasi komunitasnya hingga tahun 1928 dan menamai gedung ini Gedung Concordia.

Dulunya, jalan Braga ini tidak disebut sebagai Braga, namun masyarakat di sana sering menyebutnya dengan Paris van Java.

Paris van Java mengacu pada keindahan yang dimiliki oleh jalan Braga ini, yakni di sekelilingnya penuh dengan berbagai toko yang memiliki desain sangat bagus.

Nama Braga sendiri diambil dari bahasa Sunda, ‘Ngabaraga’ yang berarti bergaya. Hal tersebut dikarenakan banyaknya toko yang bagus dan menyediakan beberapa produk fashion.

Baca Juga :  Yuk Wisata Ke Air Terjun Madakaripura, Eksotisme Air Terjun Tertinggi di Pulau Jawa

Terbaru, ada Braga City Walk. Sebuah terobosan baru untuk memperkenalkan Jalan Braga kekinian yang semakin asik dengan spot-spot foto kekinian. Dengan panjang kurang lebih 700 meter melintang sepanjang jalan Braga.

Banyaknya bangunan-bangunan tua yang hampir mirip dengan kota tua di Jakarta yang bisa dijadikan spot foto keren.

Bandung tidak kalah keren dengan negara-negara eropa yang lain yang masih mempertahankan bangunan lawasnya sebagai sebuah objek wisata.

Jalan Braga Bandung nan indah dan keren dengan nilai historisnya. Harusnya tetap terus dijaga nilai historisnya dengan pemikiran yang modernis

Tinggalkan Balasan