Logo Pohon Hayat memiliki makna dan filosofi yang mendalam. Berikut ini adalah penjelasannya:
• Lima akar di bagian bawah melambangkan Pancasila, dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia.
• Tujuh batang di bagian tengah melambangkan tujuh pulau besar dalam wilayah Indonesia, yaitu Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.
• Bunga 17 kelopak di bagian atas melambangkan tanggal kemerdekaan Republik Indonesia, yaitu 17 Agustus 1945.
• Siluet perisai bentuk heksagon di bagian tengah melambangkan pertahanan dan kedaulatan negara.
• Alur sungai yang menghubungkan akar, batang, dan bunga melambangkan topologi nusantara yang maritim dan terhubung oleh laut dan sungai.
• Lingkaran utuh yang menumbuhkan 17 kembang mekar melambangkan kemerdekaan abadi dan kesatuan bangsa.
Logo Pohon Hayat juga disuarakan oleh font IKN Sutasoma yang terinspirasi oleh aksara Pallawa, salah satu aksara tertua di Asia Tenggara yang ditemukan di Kutai, Kalimantan. Font ini memiliki bentuk yang universal namun mengakar, terbalut dalam bentuk yang merayakan kemerdekaan peradaban baru Indonesia.
Filosofi Pohon Hayat sejalan dengan semangat pembangunan IKN, yaitu menumbuhkan rasa bangga terhadap jati diri bangsa sebagai bangsa yang besar dan majemuk. Logo ini juga menggugah kesadaran masyarakat untuk menjaga alam dan lingkungan beserta ekosistemnya. Logo ini juga memperkuat upaya kita bersama untuk berkontribusi pada percepatan pembangunan ibu kota masa depan.








