Keindahan Laut Natuna Yang Sempat Diakui Tiongkok dan Malaysia!

Pemandangan eksotis di Pulau Jolek Natuna. (Foto: instagram @discoverykepri)

indo1.id- Laut Natuna adalah perairan yang terbentang dari Kepulauan Natuna hingga Kepulauan Lingga di Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia.

Laut ini berbatasan dengan Laut Natuna Utara di utara, barat laut, dan timur. Laut Natuna juga berbatasan dengan Selat Karimata di tenggara dan Selat Singapura di arah barat.

Laut ini memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, seperti gas alam, minyak bumi, dan pasir kuarsa.

Selain itu, laut ini juga merupakan jalur pelayaran internasional yang strategis.

Namun, keindahan dan kekayaan laut Natuna tidak luput dari konflik dan sengketa.

Sejak tahun 2009, Indonesia telah mendaftarkan gugusan pulau-pulau terluar Natuna sebagai batas wilayahnya ke PBB.

Namun, Tiongkok mengklaim bahwa laut Natuna termasuk dalam “garis sembilan putus” atau “nine-dash line” yang merupakan wilayah historisnya di Laut Cina Selatan.

Klaim ini bertentangan dengan hukum internasional dan ditolak oleh Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya yang juga memiliki hak atas perairan tersebut.

Sengketa laut Natuna memanas pada tahun 2016, ketika Tiongkok mengirimkan kapal-kapal nelayannya yang didampingi oleh kapal penjaga pantai ke perairan Natuna.

Baca Juga :  Mitos Misteri dan Keindahan Hutan Tinjomoyo di Semarang

Indonesia merespon dengan menangkap beberapa kapal nelayan Tiongkok dan mengirimkan kapal-kapal perangnya untuk mengawasi wilayahnya.

Sejak itu, kedua negara terus beradu diplomasi dan militer untuk menegaskan kedaulatan mereka di laut Natuna.

Sementara itu, Malaysia juga memiliki klaim atas sebagian laut Natuna, khususnya di sekitar Pulau Senoa yang merupakan pulau terluar Indonesia yang berbatasan dengan Malaysia Timur.

Pulau Senoa memiliki pemandangan alam yang sangat indah, dengan air laut yang jernih dan terumbu karang yang cantik. Pulau ini juga menjadi tempat wisata bagi para penyelam dan snorkeler.

Namun, karena letaknya yang dekat dengan Malaysia, pulau ini sering dijadikan tempat singgah oleh nelayan-nelayan Malaysia yang mencari ikan di perairan Natuna.

Bahkan baru baru ini, Seorang ilmuwan asal Malaysia tiba-tiba membuat pernyataan mengejutkan dengan mengatakan berdasarkan sejarah bawah laut Natuna merupakan milik negara Malaysia. 

Mohd Hazmi Modh Rusli, dosen senior di Universiti Sains Islam Malaysia mengklaim sejarah Kepulauan Natuna tidak terlepas dari pengaruh negara-negara bagian di Malaya yang kemudian dikenal dengan Malaysia.

Meskipun ada sengketa dan konflik di sekitarnya, laut Natuna tetap menawarkan keindahan alam yang luar biasa bagi para wisatawan.

Baca Juga :  Tubing Kalisuci, Wisata Alam yang Menantang dan Menyegarkan di Gunung Kidul

Daerah sekitar laut Natuna merupakan salah satu daerah tujuan pariwisata di Indonesia. Pulau Bawah yang ada di Kepulauan Anambas termasuk dalam 5 Pulau Tropis Terbaik Asia.

Sedangkan Pantai Trikora dan Pantai Lagoi di Pulau Bintan adalah pantai tujuan para turis asing, khususnya turis dari Singapura dan Malaysia.

Selain itu, nama Natuna sendiri diambil dari bahasa Belanda yaitu Natunae, yang berarti alami.

Jadi tidak heran kalau Natuna memiliki gugusan pemandangan alam yang indah. Natuna yang dikelilingi oleh laut lepas terdiri dari pulau-pulau kecil seperti Bunguran, Jemasa, Serasan, Midai, Bintang, Sedanu, dan Laut.

Letak geografis yang demikianlah yang membuat Pulau Natuna memiliki banyak sekali tempat wisata yang akan memuaskan gairah petualangan dan memanjakan mata para pengunjung.

Beberapa tempat wisata yang menarik di Natuna antara lain adalah Alif Stone Park, yang merupakan ikon Kota Natuna dengan gugusan batu granit besar yang tersebar di sepanjang pantai.

Nama Alif sendiri berasal dari batu yang berdiri tegak di tengah laut yang menyerupai huruf hijaiyah alif.

Selain itu, ada juga Pulau Ranai, yang merupakan pusat administrasi dan kota terbesar di Natuna.

Baca Juga :  Indahnya Air Terjun Tumpak Sewu Lumajang Jawa Timur, Serasa di Niagara!

Di sini, wisatawan bisa menikmati suasana kota yang ramai dan beragam, serta mengunjungi beberapa tempat bersejarah seperti Masjid Agung Natuna dan Museum Ranai.

Laut Natuna adalah salah satu mutiara di ujung utara Indonesia yang harus dijaga dan dilestarikan.

Laut ini tidak hanya memiliki nilai strategis dan ekonomis, tetapi juga nilai estetis dan budaya.

Laut ini adalah warisan bangsa Indonesia yang harus dipertahankan dari klaim dan ancaman negara-negara lain.

Laut ini juga adalah surga bagi para pencinta alam yang ingin menikmati keindahan dan kekayaan bawah lautnya. Laut Natuna adalah laut kita, laut Indonesia.

Tinggalkan Balasan