Cerita Patung Ratu Zenobia di Suriah, Simbol Perlawanan dan Kebanggaan!

  • Bagikan
Patung Ratu Zenobia yang terletak di laut. (Foto: instagram @afrofruits)

Indo1.id – Patung ratu Zenobia adalah salah satu monumen bersejarah yang terletak di kota kuno Palmyra, Suriah.

Patung ini menggambarkan sosok Zenobia, ratu yang memimpin Kekaisaran Palmyra pada abad ke-3 dan menantang kekuasaan Kekaisaran Romawi.

Ratu Zenobia lahir sekitar tahun 240-241 dengan nama Septimia Bat-Zabbai, dari keluarga asli Palmyra.

Ia menikah dengan Odaenathus, raja Palmyra yang menjadi sekutu Romawi dan berhasil mengalahkan Kekaisaran Sassaniyah yang mengancam wilayah timur Romawi.

Baca Juga :  Cerita Nabi Sulaiman Tangkap Semua Iblis: Tujuan Mulia, Akibat Mengejutkan

Setelah Odaenathus dibunuh oleh kerabatnya sendiri, Zenobia menjadi wali penguasa untuk anaknya, Vaballathus, dan memegang kekuasaan secara de facto.

Ia kemudian memperluas wilayahnya hingga mencakup sebagian besar timur Romawi, termasuk Mesir, Anatolia, Levant, dan Arabia.

Zenobia adalah seorang penguasa yang cerdas, berani, dan berbudaya. Ia fasih berbicara dalam bahasa Yunani, Suriah, dan Mesir.

Baca Juga :  Luar Biasa, China Akan Bangun Pesawat Antariksa Chimelong!

Ia juga mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dan seni di istananya. Ia menerima para cendekiawan dan filsuf seperti Longinus dan Paulus dari Samosata.

Ia juga toleran terhadap berbagai agama dan melindungi minoritas Yahudi dan Kristen.

Pada tahun 272, Zenobia menyatakan dirinya sebagai maharani dan anaknya sebagai kaisar, dan memisahkan Palmyra dari Romawi.

Baca Juga :  Misi Aditya L1, Satelit Matahari Pertama India, Sukses Diluncurkan ke Orbit

Hal ini menimbulkan kemarahan Kaisar Romawi Aurelianus, yang kemudian mengobarkan perang melawan Zenobia.

Setelah pertempuran yang sengit, Aurelianus berhasil mengalahkan pasukan Zenobia dan mengepung kota Palmyra.

Zenobia mencoba melarikan diri dengan unta, tetapi ditangkap oleh tentara Romawi di Sungai Efrat.

Ia kemudian dibawa ke Roma sebagai tawanan perang dan dipamerkan dalam pawai kemenangan Aurelianus.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan