Cerita Patung Ratu Zenobia di Suriah, Simbol Perlawanan dan Kebanggaan!
- account_circle Nugroho
- calendar_month Jumat, 7 Jul 2023
- print Cetak

Patung Ratu Zenobia yang terletak di laut. (Foto: instagram @afrofruits)
Indo1.id – Patung ratu Zenobia adalah salah satu monumen bersejarah yang terletak di kota kuno Palmyra, Suriah.
Patung ini menggambarkan sosok Zenobia, ratu yang memimpin Kekaisaran Palmyra pada abad ke-3 dan menantang kekuasaan Kekaisaran Romawi.
Ratu Zenobia lahir sekitar tahun 240-241 dengan nama Septimia Bat-Zabbai, dari keluarga asli Palmyra.
Ia menikah dengan Odaenathus, raja Palmyra yang menjadi sekutu Romawi dan berhasil mengalahkan Kekaisaran Sassaniyah yang mengancam wilayah timur Romawi.
Setelah Odaenathus dibunuh oleh kerabatnya sendiri, Zenobia menjadi wali penguasa untuk anaknya, Vaballathus, dan memegang kekuasaan secara de facto.
Ia kemudian memperluas wilayahnya hingga mencakup sebagian besar timur Romawi, termasuk Mesir, Anatolia, Levant, dan Arabia.
Zenobia adalah seorang penguasa yang cerdas, berani, dan berbudaya. Ia fasih berbicara dalam bahasa Yunani, Suriah, dan Mesir.
Ia juga mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dan seni di istananya. Ia menerima para cendekiawan dan filsuf seperti Longinus dan Paulus dari Samosata.
Ia juga toleran terhadap berbagai agama dan melindungi minoritas Yahudi dan Kristen.
Pada tahun 272, Zenobia menyatakan dirinya sebagai maharani dan anaknya sebagai kaisar, dan memisahkan Palmyra dari Romawi.
Hal ini menimbulkan kemarahan Kaisar Romawi Aurelianus, yang kemudian mengobarkan perang melawan Zenobia.
Setelah pertempuran yang sengit, Aurelianus berhasil mengalahkan pasukan Zenobia dan mengepung kota Palmyra.
Zenobia mencoba melarikan diri dengan unta, tetapi ditangkap oleh tentara Romawi di Sungai Efrat.
Ia kemudian dibawa ke Roma sebagai tawanan perang dan dipamerkan dalam pawai kemenangan Aurelianus.
Nasib Zenobia setelah itu tidak diketahui pasti. Ada beberapa versi yang berbeda tentang bagaimana ia meninggal.
Ada yang mengatakan bahwa ia bunuh diri dengan menelan racun, ada yang mengatakan bahwa ia mati karena sakit atau kelaparan, ada yang mengatakan bahwa ia dibebaskan oleh Aurelianus dan hidup bahagia di sebuah vila di Tibur, dan ada yang mengatakan bahwa ia menikah lagi dengan seorang senator Romawi.
Patung ratu Zenobia adalah salah satu dari empat patung perunggu yang dibuat pada abad ke-18 oleh seniman Italia Giovanni Battista Piranesi untuk menghiasi Villa Albani di Roma.
Patung-patung ini menggambarkan empat ratu terkenal dari masa kuno, yaitu Zenobia, Kleopatra, Semiramis, dan Berenike II.
Patung Zenobia dibuat dengan gaya neoklasik yang meniru gaya seni Yunani-Romawi kuno.
Patung ini menampilkan wajah Zenobia yang anggun dan gagah dengan mahkota bertanduk yang melambangkan kekuasaannya sebagai ratu Palmyra.
Patung ini juga mengenakan jubah panjang dengan motif bunga-bunga yang melambangkan kekayaan dan kebudayaannya.
Pada tahun 1977, patung Zenobia dibeli oleh pemerintah Suriah dari kolektor seni Italia, Carlo Bilotti.
Patung ini kemudian dipindahkan ke Suriah dan dipasang di depan Museum Nasional Palmyra sebagai simbol perlawanan dan kebanggaan bangsa Suriah.
Patung Zenobia menjadi saksi bisu dari berbagai peristiwa yang terjadi di Suriah, termasuk perang saudara yang meletus pada tahun 2011 dan penyerangan oleh kelompok teroris ISIS yang menghancurkan sebagian besar situs bersejarah Palmyra pada tahun 2015.
Patung ini berhasil selamat dari kehancuran berkat upaya para pekerja museum yang menyembunyikannya di tempat rahasia.
Pada tahun 2017, setelah Palmyra dibebaskan dari cengkeraman ISIS, patung Zenobia kembali dipasang di tempat semula dengan upacara khusus yang dihadiri oleh pejabat pemerintah dan masyarakat setempat.
Patung ini kini menjadi lambang harapan dan pemulihan bagi bangsa Suriah yang mengalami penderitaan akibat perang.
Demikian tentang patung ratu Zenobia di Suriah. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan Anda.
- Penulis: Nugroho


Saat ini belum ada komentar