Mitos  

Mitos Hunung Semeru, Gunung Tertinggi di Jawa yang Dipercaya sebagai Pasak Bumi

Danau Ranu Kumbolo di Gunung Semeru. (Foto: instagram @pendakihampa_id)

Indo1.id  – Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut.

Gunung ini terletak di perbatasan antara Kabupaten Malang, Lumajang, dan Probolinggo, Jawa Timur.

Gunung Semeru juga dikenal sebagai Mahameru, yang berarti gunung agung atau gunung suci.

Nama ini berasal dari Gunung Meru di India, yang dipercaya sebagai tempat tinggal para dewa dalam mitologi Hindu.

Gunung Semeru memiliki banyak mitos dan misteri yang dipercaya oleh masyarakat sekitar maupun pendaki gunung.

Mitos-mitos tersebut muncul dari cerita rakyat yang turun-temurun atau pengalaman mistis yang dialami oleh para pendaki.

Berikut ini adalah beberapa mitos hunung Semeru yang menarik untuk diketahui:

– Dibawa oleh Dewa Brahma dan Dewa Wisnu

Salah satu mitos menyebutkan bahwa Gunung Semeru adalah bagian puncak dari Gunung Meru di India yang dibawa oleh Dewa Brahma dan Dewa Wisnu ke Tanah Jawa untuk dijadikan pasak bumi.

Kisah ini termuat dalam kitab Tantu Panggelaran, salah satu naskah kuno Jawa.

Menurut cerita tersebut, sebelum Gunung Semeru ditancapkan, Pulau Jawa masih terombang-ambing di lautan karena belum ada penekannya.

Setelah Gunung Semeru ditancapkan, Pulau Jawa menjadi stabil dan makmur.

– Tempat Bersemayam Para Dewa

Gunung Semeru juga dipercaya sebagai tempat bersemayamnya para dewa Hindu dan menjadi penghubung antara bumi dan kahyangan.

Baca Juga :  Mitos Terjadinya Kiamat Listrik Atau EMP: Benarkah Akan Terjadi?

Masyarakat Hindu melakukan upacara sesaji kepada dewa-dewa di Gunung Semeru setiap 8-12 tahun, saat mereka menerima suara gaib dari dewa-dewa di Mahameru.

Upacara sesaji ini biasanya dilakukan di puncak Gunung Semeru atau di Danau Ranu Kumbolo, sebuah danau yang terletak di kaki gunung.

Danau ini juga dipercaya sebagai tempat bersemayamnya Dewi Anjani, ibunda Hanoman.

– Pulau Jawa Terbelah

Mitos lain menghubungkan letusan Gunung Semeru dengan pertanda bencana atau peristiwa besar yang membawa penderitaan bagi rakyat.

Karena itu, tidak heran ada yang menghubungkan letusan Gunung Semeru dengan ramalan Jayabaya, seorang raja dan nabi dari Kerajaan Kediri.

Ramalan Jayabaya menyebutkan bahwa Pulau Jawa akan terbelah menjadi dua bagian akibat letusan gunung berapi.

Ramalan ini juga dikaitkan dengan aktivitas vulkanik di Gunung Slamet, sebuah gunung berapi yang terletak di lima kabupaten di Jawa Tengah.

Masyarakat sekitar lereng Gunung Slamet meyakini mitos ini karena gunung tersebut berada nyaris di tengah-tengah antara pantai utara dan selatan Jawa.

Mereka khawatir jika Gunung Slamet meletus, maka Pulau Jawa akan terbelah menjadi dua.

– Danau Ranu Kumbolo

Danau Ranu Kumbolo merupakan salah satu daya tarik utama bagi para pendaki gunung yang ingin menikmati keindahan alam Gunung Semeru.

Danau ini memiliki luas sekitar 15 hektar dan dikelilingi oleh hamparan rumput hijau.

Baca Juga :  Mitos, Manfaat, dan Ciri-Ciri Kayu Pule, Pohon yang Memiliki Getah Berwarna Putih dan Rasa Pahit

Namun, danau ini juga menyimpan banyak mitos dan misteri yang membuat para pendaki harus berhati-hati.

Salah satunya adalah adanya ikan mas yang merupakan reinkarnasi dari dewi yang disebut sebagai penjaga keindahan Ranu Kumbolo.

Selain itu, para pendaki juga dilarang mandi, mencuci, atau mendirikan tenda dengan jarak minimal 10 meter dari danau.

Hal ini karena air Ranu Kumbolo sering digunakan untuk proses ritual keagamaan oleh masyarakat setempat.

– Dewi Berkebaya Kuning

Tidak hanya ikan mas, ada banyak kisah yang menyebutkan bahwa danau Ranu Kumbolo juga dijaga dan ditunggu oleh seorang dewi.

Dewi tersebut kerap muncul dengan kebaya kuning dan menampakkan diri kepada para pendaki yang melintas.

Menurut cerita, dewi tersebut adalah Dewi Anjani, ibunda Hanoman, yang mencari putranya yang hilang.

Dewi Anjani juga dipercaya sebagai penjaga Gunung Semeru dan memiliki kekuatan untuk mengubah nasib para pendaki.

– Pohon Cemara Tunggal

Di tengah-tengah hamparan rumput hijau di sekitar danau Ranu Kumbolo, terdapat sebuah pohon cemara tunggal yang mencolok.

Pohon ini menjadi ikon bagi para pendaki gunung yang ingin mengabadikan momen di sana.

Namun, pohon cemara tunggal ini juga memiliki mitos yang menyeramkan. Konon, pohon ini adalah tempat tinggal dari makhluk halus yang suka mengganggu para pendaki. Makhluk halus tersebut bisa berwujud manusia, binatang, atau benda mati.

Para pendaki dilarang untuk menyentuh atau merusak pohon cemara tunggal ini. Jika melanggar, maka mereka akan mendapat malapetaka atau kesialan.

Baca Juga :  Mitos Alas Roban, Jalur Angker dan Misterius di Batang

Bahkan, ada yang mengatakan bahwa pohon ini bisa berpindah tempat sesuka hatinya.

– Puncak Mahameru

Puncak Mahameru merupakan tujuan utama bagi para pendaki gunung yang ingin merasakan sensasi berada di titik tertinggi Pulau Jawa.

Namun, puncak ini juga memiliki tantangan dan bahaya tersendiri.

Salah satu bahayanya adalah adanya angin kencang yang bisa meniup para pendaki hingga terjatuh.

Selain itu, ada juga mitos yang menyebutkan bahwa puncak Mahameru adalah tempat bersemayamnya Ratu Kidul, penguasa laut selatan.

Para pendaki dilarang untuk membawa benda-benda berwarna hijau atau biru ke puncak Mahameru.

Hal ini karena warna-warna tersebut merupakan warna kesukaan Ratu Kidul. Jika melanggar, maka mereka akan diculik atau diminta menjadi pasangan Ratu Kidul.

Tinggalkan Balasan