Indo1.id – Dalam upaya mengevaluasi hasil Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar tahun 2019, Dewan Pakar Partai Golkar mengadakan rapat internal.
Rapat tersebut membahas rekomendasi terkait pengevaluasian Munas dan penunjukan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, sebagai bakal calon presiden (bacapres) dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Rapat internal ini berlangsung di kediaman Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, Agung Laksono, yang terletak di Jalan Cipinang-Cempedak, Jakarta Timur pada hari Minggu (9/7/2023).
Ridwan Hisjam, anggota Dewan Pakar Partai Golkar, menjelaskan bahwa rapat internal ini sangat penting dilakukan karena sudah empat tahun sejak Munas dilaksanakan, namun belum ada tindakan konkret terkait keputusan tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa dalam persiapan menghadapi Pilpres 2024, Partai Golkar telah membentuk Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada tahun 2022.
Namun, hingga saat ini, pergerakan KIB belum terlihat jelas.
Lebih lanjut, Partai Golkar, PAN, dan PPP menunjukkan sikap yang berbeda terkait pengusungan bacapres.
Evaluasi Munas Partai Golkar 2019 dan penunjukan bacapres dalam Pilpres 2024 menjadi fokus utama dalam rapat internal ini.
Dewan Pakar Partai Golkar berharap dapat mencapai kesepakatan yang akan memberikan arah dan langkah-langkah konkret dalam menghadapi kontestasi politik yang akan datang.
Keputusan hasil rapat internal ini akan sangat mempengaruhi dinamika politik dan strategi yang akan diambil oleh Partai Golkar, serta potensi dukungan dari koalisi KIB dalam Pilpres 2024.
Masyarakat pun akan memperhatikan perkembangan ini sebagai salah satu faktor penentu dalam pemilihan calon presiden yang akan datang.
Diharapkan rapat internal ini akan menghasilkan keputusan yang saling menguntungkan dan membawa kejelasan bagi Partai Golkar serta koalisinya dalam menghadapi Pemilihan Presiden 2024.








