Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sepak Bola » Profil Gianluigi Buffon, Kiper Legendaris yang Resmi Gantung Sepatu

Profil Gianluigi Buffon, Kiper Legendaris yang Resmi Gantung Sepatu

  • account_circle Nugroho
  • calendar_month Kamis, 3 Agt 2023
  • print Cetak

Indo1.id  – Dunia sepak bola kehilangan salah satu penjaga gawang terbaik sepanjang masa.

Gianluigi Buffon, kiper asal Italia yang telah bermain di level tertinggi selama lebih dari dua dekade, telah resmi mengumumkan pensiun dari sepak bola profesional.

Buffon mengakhiri karirnya bersama Parma, klub yang membesarkan namanya dan juga menjadi tempat ia memulai dan mengakhiri perjalanan panjangnya di dunia sepak bola.

Berikut ini adalah profil singkat tentang Buffon, kiper yang mencatatkan banyak prestasi dan rekor di dunia sepak bola.

Awal Karir

Buffon lahir pada 28 Januari 1978 di Carrara, Tuscany, Italia. Ia berasal dari keluarga yang memiliki latar belakang olahraga.

Ayahnya, Adriano Buffon, adalah seorang atlet angkat besi, sedangkan ibunya, Maria Stella Buffon, adalah seorang lempar lembing.

Kakaknya, Guendalina Buffon, juga seorang atlet voli.

Buffon mulai tertarik dengan sepak bola sejak kecil. Ia awalnya bermain sebagai gelandang tengah, tetapi kemudian beralih menjadi penjaga gawang karena terinspirasi oleh kiper Camerun Thomas N’Kono saat Piala Dunia 1990.

Buffon bergabung dengan akademi Parma pada tahun 1991, setelah sebelumnya bermain di beberapa klub lokal seperti USD Canaletto Sepor, ASD Perticata Calcio, dan ASD Bonascola Calcio.

Ia menunjukkan bakat dan potensi yang luar biasa sebagai penjaga gawang muda.

Debut Profesional

Buffon melakukan debut profesionalnya bersama Parma pada 19 November 1995, saat ia baru berusia 17 tahun.

Ia dipercaya untuk menjaga gawang Parma saat melawan AC Milan di pekan ke-10 Serie A. Ia tampil cemerlang dengan berhasil menahan imbang Milan tanpa kebobolan.

Sejak itu, Buffon menjadi pilihan utama sebagai penjaga gawang Parma. Ia membantu Parma memenangkan Coppa Italia, Piala UEFA, dan Supercoppa Italiana pada tahun 1999.

Ia juga mendapatkan reputasi sebagai salah satu penjaga gawang terbaik di Italia dan Eropa.

Transfer Rekor ke Juventus

Pada tahun 2001, Juventus tertarik untuk mendatangkan Buffon sebagai pengganti Edwin van der Sar yang hengkang ke Fulham.

Juventus berhasil merekrut Buffon dengan harga transfer sebesar €52 juta, yang merupakan rekor transfer terbesar untuk seorang penjaga gawang pada saat itu.

Buffon langsung menjadi andalan Juventus dan membawa klub tersebut meraih gelar Serie A pada dua musim pertamanya.

Ia juga menjadi pahlawan Italia saat memenangkan Piala Dunia 2006 dengan tampil gemilang sepanjang turnamen.

Skandal Calciopoli

Pada tahun 2006, Juventus terlibat dalam skandal Calciopoli yang mengguncang sepak bola Italia.

Juventus dinyatakan bersalah melakukan pengaturan skor dan dihukum degradasi ke Serie B serta dicabut dua gelar Serie A.

Banyak pemain bintang Juventus yang memilih untuk hengkang dari klub tersebut, tetapi Buffon memutuskan untuk bertahan dan membantu Juventus kembali ke Serie A.

Ia menjadi salah satu pemain yang paling disegani dan dicintai oleh para penggemar Juventus karena loyalitasnya.

Dominasi di Serie A

Setelah kembali ke Serie A pada tahun 2007, Juventus mulai bangkit dan mendominasi liga domestik.

Buffon menjadi bagian penting dari kesuksesan Juventus dengan memenangkan sembilan gelar Serie A (dua gelar dicabut karena skandal), empat Coppa Italia, dan lima Supercoppa Italiana.

Buffon juga mencatatkan beberapa rekor individu selama bermain untuk Juventus, seperti pemain dengan penampilan terbanyak untuk Juventus (685 penampilan).

Pemain dengan clean sheet terbanyak di Serie A (296 clean sheet), dan pemain dengan waktu tanpa kebobolan terpanjang di Serie A (974 menit).

Mimpi Buruk Liga Champions

Satu-satunya gelar yang tidak pernah diraih Buffon bersama Juventus adalah Liga Champions.

Ia telah mencapai final Liga Champions sebanyak tiga kali, yaitu pada tahun 2003, 2015, dan 2017, tetapi selalu kalah.

Pada tahun 2018, Buffon mengalami mimpi buruk saat Juventus tersingkir oleh Real Madrid di perempat final Liga Champions.

Ia mendapatkan kartu merah karena protes keras kepada wasit setelah Juventus mendapatkan penalti di menit-menit akhir.

Ia juga mengeluarkan komentar-komentar kontroversial tentang wasit setelah pertandingan.

Petualangan Singkat di Paris Saint-Germain

Setelah 17 tahun bersama Juventus, Buffon memutuskan untuk mencari tantangan baru dengan bergabung dengan Paris Saint-Germain pada tahun 2018.

Ia bermain secara bergantian dengan Alphonse Areola dan memenangkan gelar Trophée des Champions dan Ligue 1.

Namun, Buffon hanya bertahan satu musim di PSG. Ia kembali gagal meraih gelar Liga Champions setelah PSG tersingkir oleh Manchester United di babak 16 besar. Ia juga membuat beberapa kesalahan fatal yang berujung pada gol-gol lawan.

Kembali ke Juventus

Pada tahun 2019, Buffon kembali ke Juventus dengan status sebagai pemain cadangan.

Ia hanya bermain sebanyak 17 kali dalam dua musim terakhirnya bersama Juventus. Ia tetap menjadi sosok yang dihormati dan disayangi oleh para pemain dan penggemar Juventus.

Pada musim 2020/21, Buffon berhasil memenangkan Coppa Italia bersama Juventus, yang merupakan gelar Coppa Italia kelima dan gelar terakhirnya bersama klub tersebut.

Ia juga mencatatkan rekor sebagai pemain tertua yang bermain di final Coppa Italia, yaitu pada usia 43 tahun dan 86 hari.

Kembali ke Parma

Pada tahun 2021, Buffon memutuskan untuk kembali ke Parma, klub yang memulai karirnya.

Ia menandatangani kontrak selama tiga tahun dengan Parma, yang saat itu bermain di Serie B.

Ia berharap bisa membantu Parma kembali ke Serie A dan menutup karirnya dengan indah.

Namun, harapan tersebut tidak terwujud. Parma gagal promosi ke Serie A setelah kalah di play-off oleh Lecce.

Buffon juga mengalami cedera yang mengganggu penampilannya. Ia akhirnya memilih untuk pensiun dari sepak bola profesional pada usia 45 tahun.

Karir Timnas Italia

Buffon merupakan salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki oleh timnas Italia. Ia telah bermain sebanyak 176 kali untuk timnas Italia, yang merupakan rekor penampilan terbanyak untuk timnas Italia.

Buffon telah bermain di lima edisi Piala Dunia, yaitu pada tahun 1998, 2002, 2006, 2010, dan 2014.

Ia menjadi pahlawan Italia saat memenangkan Piala Dunia 2006 dengan tampil gemilang sepanjang turnamen. Ia juga menjadi kapten Italia saat mencapai final Euro 2012.

Buffon mengakhiri karirnya bersama timnas Italia pada tahun 2017, setelah Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2018.

Ia menjadi pemain pertama yang gagal lolos ke Piala Dunia setelah sebelumnya memenangkan Piala Dunia.

Prestasi dan Penghargaan

Buffon telah memenangkan berbagai prestasi dan penghargaan selama karirnya, baik di level klub maupun timnas.

Berikut ini adalah beberapa prestasi dan penghargaan yang diraih oleh Buffon:

– Piala Dunia FIFA: 2006
– Kejuaraan Eropa UEFA: Runner-up 2012
– Piala UEFA: 1998/99
– Serie A: 2001/02, 2002/03, 2011/12, 2012/13, 2013/14, 2014/15, 2015/16, 2016/17, 2017/18
– Serie B: 2006/07
– Coppa Italia: 1998/99, 2014/15, 2015/16, 2016/17, 2020/21
– Supercoppa Italiana: 2002, 2003, 2012, 2013, 2015, 2017
– Ligue 1: 2018/19
– Trophée des Champions: 2018
– Pemain Terbaik Serie A: 2016/17
– Penjaga Gawang Terbaik Serie A: (12 kali)
– Penjaga Gawang Terbaik FIFA: (5 kali)
– Penjaga Gawang Terbaik Dunia IFFHS: (5 kali)
– Penjaga Gawang Terbaik Eropa UEFA: (3 kali)
– Penjaga Gawang Terbaik Liga Champions UEFA: (2 kali)
– Skuat Terbaik Liga Champions UEFA: (3 kali)
– Skuat Terbaik Piala Dunia FIFA: (2 kali)
– Skuat Terbaik Euro UEFA: (2 kali)
– Ballon d’Or: Runner-up (2 kali)
– FIFA World Player of the Year: Runner-up (2 kali)
– FIFA The Best Men’s Player of the Year: Runner-up (1 kali)

  • Penulis: Nugroho

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Kopi Sianida Heboh Lagi, Begini Tanggapan Hotman Paris ‘Bukti Kurang Kuat’

    Kasus Kopi Sianida Heboh Lagi, Begini Tanggapan Hotman Paris ‘Bukti Kurang Kuat’

    • calendar_month Jumat, 6 Okt 2023
    • account_circle Sekti Leksono
    • 0Komentar

    Indo1.id – Kasus kopi siandia terpidana Jessica Wongso dengan korban Mirna Salihin sempat menghebohkan dunia maya beberapa tahun silam. Kasus telah selesai dan Jessica sedang jalani masa tahanan. Akan tetapi kasus kopi sianida tersebut kembali hangat jadi pembahasan. Berawal dari film dokumenter yang tayang di Netflix berjudul ICE COLD:MURDER, COFFEE AND JESSICA WONGSO. Ditonton oleh banyak […]

  • PKB Minta Maaf  Atas Ucapan Cak Imin Yang Bikin Partai Nasdem Buat Tersinggung

    PKB Minta Maaf  Atas Ucapan Cak Imin Yang Bikin Partai Nasdem Buat Tersinggung

    • calendar_month Senin, 24 Jul 2023
    • account_circle Nugroho
    • 0Komentar

    Indo1.id  – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meminta maaf kepada Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh yang merasa tersinggung dengan pernyataan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang menuding Surya Paloh tidak berani datang ke peringatan Hari Lahir (Harlah) PKB di Solo, Minggu (23/7/2023). Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid mengatakan bahwa Cak Imin […]

  • Sinopsis Queen of Divorce, Drama Korea Tentang Solusi Perceraian

    Sinopsis Queen of Divorce, Drama Korea Tentang Solusi Perceraian

    • calendar_month Sabtu, 13 Jan 2024
    • account_circle Nugroho
    • 0Komentar

    Indo1.id – Queen of Divorce adalah drama Korea terbaru yang akan tayang pada 31 Januari 2024 di JTBC. Drama ini dibintangi oleh Lee Ji-ah dan Kang Ki-young sebagai Kim Sa-ra dan Dong Ki-joon, dua ahli penyelesaian masalah perceraian terkemuka di Korea Selatan. Mereka bekerja bersama untuk memberikan keadilan kepada pasangan suami-istri yang mengalami masalah dalam […]

  • Yuk Intip Resep Pie Persik Isi Caramel: Kue Manis yang Bikin Lidah Meleleh!

    Yuk Intip Resep Pie Persik Isi Caramel: Kue Manis yang Bikin Lidah Meleleh!

    • calendar_month Selasa, 20 Jun 2023
    • account_circle Nugroho
    • 0Komentar

    Indo1.id – Pie persik isi caramel adalah salah satu kreasi kue pie yang unik dan lezat. Pie ini terbuat dari kulit kue kering yang renyah, diisi dengan buah persik utuh yang manis dan lembut, serta caramel yang lumer dan gurih. Pie ini cocok disajikan sebagai hidangan penutup atau camilan di sore hari. Buah persik adalah […]

  • Inilah Lirik Lagu Sugeng Ndalu Dari Denny Caknan Yang Wajib Kalian Hafalin !

    Inilah Lirik Lagu Sugeng Ndalu Dari Denny Caknan Yang Wajib Kalian Hafalin !

    • calendar_month Minggu, 4 Jun 2023
    • account_circle Sekti Leksono
    • 0Komentar

    Indo1.id – Di gadang-gadang menjadi penerus Didi Kempot karir Denny Caknan makin melonjak di dunia musik tanah air. Pasalnya pelantun Sugeng Ndalu ini selalu membuat karya yang bikin cewek maupun cowok kasmaran dan bikin baper. Dan karya musiknya bisa di terima dikalangan anak-anak maupun dewasa Sampai orang tua, sama seperti musisi senior mendiang Didi Kempot, […]

  • Yu Yu Hakusho: Serial Live-Action yang Mengisahkan Petualangan Detektif Dunia Arwah

    Yu Yu Hakusho: Serial Live-Action yang Mengisahkan Petualangan Detektif Dunia Arwah

    • calendar_month Kamis, 28 Des 2023
    • account_circle Nugroho
    • 0Komentar

    Indo1.id -Yu Yu Hakusho adalah serial live-action yang diadaptasi dari manga legendaris karya Yoshihiro Togashi, yang juga merupakan kreator dari Hunter x Hunter. Manga ini pertama kali terbit pada tahun 1990 dan berakhir pada tahun 1994, dengan total 19 volume. Manga ini kemudian diadaptasi menjadi anime yang tayang dari tahun 1992 hingga 1995, dengan total […]

expand_less