Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Mitos » Mitos dan Misteri Gunung Padang, Situs Megalitikum Tertua di Dunia

Mitos dan Misteri Gunung Padang, Situs Megalitikum Tertua di Dunia

  • account_circle Nugroho
  • calendar_month Minggu, 27 Agt 2023
  • print Cetak

Indo1.id – Gunung Padang adalah salah satu situs megalitikum yang terletak di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Situs ini berada di ketinggian 885 meter di atas permukaan laut dan memiliki luas sekitar 3 hektar.

Situs ini terdiri dari lima teras yang berundak-undak dan ditata dengan batu-batu besar yang disusun secara geometris.

Gunung Padang merupakan situs megalitikum tertua di dunia, yang diperkirakan berusia sekitar 20.000 tahun.

Situs ini lebih tua dari situs-situs megalitikum lainnya, seperti Stonehenge di Inggris, Piramida Giza di Mesir, atau Borobudur di Indonesia.

Situs ini juga merupakan bukti adanya peradaban kuno yang maju di Nusantara.

Namun, selain keunikan dan kekayaan sejarahnya, Gunung Padang juga menyimpan banyak mitos dan misteri yang menarik untuk diketahui.

Berikut ini adalah beberapa mitos dan misteri yang berkembang di kalangan masyarakat sekitar Gunung Padang:

1. Gunung Padang adalah Pintu Gerbang ke Dunia Lain

Mitos pertama tentang Gunung Padang adalah bahwa situs ini merupakan pintu gerbang ke dunia lain, seperti dunia gaib, dunia bawah tanah, atau dunia luar angkasa.

Menurut kepercayaan masyarakat setempat, Gunung Padang adalah tempat tinggal para dewa-dewi, leluhur, atau makhluk-makhluk luar biasa yang memiliki kekuatan magis.

Banyak orang yang mengaku pernah mengalami hal-hal aneh saat berada di Gunung Padang, seperti mendengar suara-suara gaib, melihat bayangan-bayangan aneh, atau merasakan adanya kehadiran makhluk tak kasat mata.

Beberapa orang juga mengaku pernah melihat cahaya-cahaya misterius, benda-benda terbang tidak dikenal, atau pintu-pintu rahasia yang menghubungkan ke dunia lain.

2. Gunung Padang adalah Tempat Penyimpanan Harta Karun

Mitos kedua tentang Gunung Padang adalah bahwa situs ini merupakan tempat penyimpanan harta karun yang sangat berharga dan melimpah.

Menurut beberapa sumber sejarah, Gunung Padang adalah salah satu tempat yang pernah menjadi pusat kerajaan Pajajaran, kerajaan Hindu-Buddha yang berkuasa di Jawa Barat pada abad ke-8 hingga ke-16.

Konon, saat kerajaan Pajajaran runtuh akibat serangan kerajaan Mataram Islam pada tahun 1579, raja Pajajaran terakhir, yaitu Prabu Siliwangi, menyembunyikan harta karun kerajaannya di Gunung Padang.

Harta karun tersebut berupa emas, perak, permata, senjata pusaka, kitab-kitab suci, dan benda-benda bersejarah lainnya.

Banyak orang yang mencoba untuk mencari harta karun tersebut dengan berbagai cara, seperti menggunakan alat-alat deteksi logam, melakukan penggalian tanpa izin, atau melakukan ritual-ritual tertentu.

Namun, hingga kini belum ada yang berhasil menemukan harta karun tersebut.

3. Gunung Padang adalah Tempat Bersemayamnya Ratu Pantai Selatan

Mitos ketiga tentang Gunung Padang adalah bahwa situs ini merupakan tempat bersemayamnya Ratu Pantai Selatan atau Nyai Roro Kidul.

Ratu Pantai Selatan adalah sosok legendaris yang dipercaya sebagai penguasa laut selatan Jawa dan pelindung kerajaan-kerajaan Jawa.

Menurut beberapa versi cerita rakyat, Ratu Pantai Selatan adalah putri dari Prabu Siliwangi yang bernama Dewi Kadita.

Dewi Kadita adalah seorang putri cantik dan sakti yang menjadi calon penerus tahta kerajaan Pajajaran.

Namun, karena iri hati, saudara tirinya yang bernama Purbasari mencoba untuk menghalangi Dewi Kadita dengan menyuruh dukun jahat untuk mengutuknya.

Akibat kutukan tersebut, Dewi Kadita menjadi sakit dan tubuhnya penuh dengan luka bernanah.

Dia kemudian diusir dari istana dan hidup sebagai pengemis. Dia kemudian pergi ke Gunung Padang untuk mencari kesembuhan.

Di sana, dia bertemu dengan seorang pertapa yang memberinya petunjuk untuk mandi di laut selatan.

Dewi Kadita kemudian pergi ke laut selatan dan mandi di sana. Ajaibnya, luka-luka di tubuhnya sembuh dan dia menjadi cantik kembali.

Namun, dia juga berubah menjadi makhluk setengah manusia setengah ular. Dia kemudian menjadi penguasa laut selatan dan berganti nama menjadi Ratu Pantai Selatan.

4. Gunung Padang adalah Tempat Penyelidikan Ilmiah

Mitos keempat tentang Gunung Padang adalah bahwa situs ini merupakan tempat penyelidikan ilmiah yang menarik dan menantang.

Banyak ilmuwan, arkeolog, sejarawan, atau peneliti yang tertarik untuk mengungkap rahasia-rahasia yang tersembunyi di Gunung Padang.

Salah satu penelitian yang paling kontroversial adalah penelitian yang dilakukan oleh Dr. Danny Hilman Natawidjaja, seorang geolog dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Dr. Danny mengklaim bahwa Gunung Padang bukanlah situs megalitikum biasa, melainkan sebuah piramida buatan manusia yang berusia lebih dari 20.000 tahun.

Dr. Danny berdasarkan pada hasil pengukuran geolistrik, radar tanah, dan karbon-14 yang menunjukkan adanya struktur batu buatan manusia di bawah permukaan tanah.

Dr. Danny juga berhipotesis bahwa Gunung Padang adalah bukti adanya peradaban kuno yang maju dan hilang akibat bencana alam.

Namun, penelitian Dr. Danny mendapat banyak kritik dan penolakan dari para ahli lainnya, seperti Dr. Ali Akbar, seorang arkeolog dari Pusat Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas).

Dr. Ali Akbar mengatakan bahwa penelitian Dr. Danny tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat dan tidak sesuai dengan metode arkeologi yang benar.

Dr. Ali Akbar mengatakan bahwa Gunung Padang adalah situs megalitikum yang dibuat oleh masyarakat Neolitikum atau Zaman Batu Muda sekitar 3.000-5.000 tahun lalu.

Dr. Ali Akbar juga mengatakan bahwa struktur batu di bawah permukaan tanah adalah hasil dari proses alamiah, seperti erosi atau gempa bumi.

5. Gunung Padang adalah Tempat Wisata Budaya

Mitos kelima tentang Gunung Padang adalah bahwa situs ini merupakan tempat wisata budaya yang menarik dan edukatif.

Banyak wisatawan yang datang ke Gunung Padang untuk menikmati keindahan alamnya, seperti hamparan padang rumput, pemandangan gunung dan lembah, serta udara segar.

Selain itu, wisatawan juga bisa belajar tentang sejarah dan budaya masyarakat setempat, seperti tradisi-tradisi adat, upacara-upacara ritual, seni-seni pertunjukan, serta kuliner-kuliner khas.

Wisatawan juga bisa berinteraksi dengan masyarakat setempat yang ramah dan bersahabat.

Salah satu atraksi wisata budaya yang paling terkenal di Gunung Padang adalah upacara Seren Taun atau Panen Raya.

Upacara ini dilakukan oleh masyarakat Sunda Wiwitan atau Sunda Asli sebagai ungkapan syukur kepada Sang Hyang Kersa atau Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen mereka.

Upacara ini dilakukan setiap tahun pada bulan September atau Oktober di halaman depan situs megalitikum Gunung Padang.

Upacara ini melibatkan berbagai ritual, seperti pembacaan mantra-mantra suci, penyembelihan kerbau atau sapi sebagai korban, pembagian beras kuning sebagai simbol kemakmuran

  • Penulis: Nugroho

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Simak 3 Resep Dimsum Telur: Cemilan Lezat dan Praktis!

    Simak 3 Resep Dimsum Telur: Cemilan Lezat dan Praktis!

    • calendar_month Sabtu, 17 Jun 2023
    • account_circle M Effendi
    • 0Komentar

    Indo1.id – Dimsum telur adalah salah satu jenis dimsum yang mudah dan cepat dibuat. Dimsum telur terbuat dari adonan telur yang diisi dengan berbagai bahan seperti udang, ayam, sosis, tahu, kornet atau sayuran. Dimsum telur kemudian dikukus atau digoreng hingga matang dan disajikan dengan saus cocol. Dimsum telur cocok dijadikan cemilan di pagi atau sore […]

  • Mitos dan Misteri Hotel Siranda Kota Semarang Yang Bikin Penasaran!

    Mitos dan Misteri Hotel Siranda Kota Semarang Yang Bikin Penasaran!

    • calendar_month Kamis, 23 Nov 2023
    • account_circle Nugroho
    • 0Komentar

    Indo1.id – Hotel Siranda, yang terletak di Jalan Diponegoro Nomor 1, Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah, adalah salah satu tempat yang menyimpan banyak mitos dan misteri. Hotel yang dulunya ramai dan indah ini, kini sepi dan terbengkalai. Namun, bukan berarti kepopuleran hotel ini meredup. Justru sebaliknya, hotel ini menjadi semakin terkenal karena cerita-cerita […]

  • Simak Keunikan Kucing Calico, Asal-usul dan Ciri-cirinya

    Simak Keunikan Kucing Calico, Asal-usul dan Ciri-cirinya

    • calendar_month Selasa, 20 Feb 2024
    • account_circle Ari arjuno
    • 0Komentar

    Indo1.id – Kucing Calico juga dikenal sebagai kucing Tricolor, adalah salah satu dari banyak variasi warna bulu kucing yang indah. Dikenal dengan pola warna yang mencolok dan perpaduan yang unik, kucing Calico telah menjadi favorit di kalangan pecinta kucing di seluruh dunia. Mari kita simak asal-usul dan ciri-ciri khas yang membedakan anatara kucing Calico dari […]

  • Anggota Komisi III DPR RI Tolak Satgas Usut Transaksi Janggal 349 T Bentukan Mahfud MD!

    Anggota Komisi III DPR RI Tolak Satgas Usut Transaksi Janggal 349 T Bentukan Mahfud MD!

    • calendar_month Rabu, 12 Apr 2023
    • account_circle Nugroho
    • 0Komentar

    Indo1.id – Beberapa anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menolak pembentukan satuan tugas dari Komite Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (Komite TPPU) yang diketuai oleh Mahfud MD. Anggota DPR yang menolak pembentukan satgas tersebut salah satunya adalah Benny K Harman. Menurut dia, satgas atau tim pengusut kasus transaksi mencurigakan senilai Rp349 triliun itu harus independen, bukan […]

  • Mitos Kayu Tlogosari, yang Membawa Keberuntungan dan Hoki

    Mitos Kayu Tlogosari, yang Membawa Keberuntungan dan Hoki

    • calendar_month Minggu, 10 Sep 2023
    • account_circle M Effendi
    • 0Komentar

    Indo1.id – Dalam perspektif ilmiah, kayu Tlogosari telah dikenal sebagai bahan yang memiliki banyak manfaat. Namun, bagi masyarakat Jawa, kayu ini juga dianggap sebagai simbol keberuntungan, hoki, dan rezeki yang melimpah. Ada banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari konsep Tlogosari. Kata “Tlogo” dalam bahasa Jawa berarti “telaga,” sementara “Sari” mengacu pada “inti.” Oleh karena […]

  • Tim Hukum Nasional SOKSI Pimpinan Ali Wongso Sinaga : Misbakun Ketua Komisi XI DPR RI, Membajak Legalitas SOKSI Kami

    Tim Hukum Nasional SOKSI Pimpinan Ali Wongso Sinaga : Misbakun Ketua Komisi XI DPR RI, Membajak Legalitas SOKSI Kami

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • account_circle Hanken Arya
    • 0Komentar

    Indo1.id – Ketua Tim Hukum Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), Eka Dahlan di bawah kepemimpinan Ir. Ali Wongso Sinaga menegaskan bahwa Mukhamad Misbakhun, Ketua Komisi XI DPR RI, diduga keras melakukan pembajakan legalitas organisasi SOKSI dengan memanfaatkan keputusan administrasi Kementerian Hukum RI. SOKSI pimpinan Ali Wongso Sinaga memiliki dasar hukum yang jelas dan […]

expand_less