Tanpa Diotopsi Jenazah Mirna Salihin Membiru saat Meninggal, dr. Djaja Surya Atmadja Yakin Bukan Karena Racun Sianida

  • Bagikan
Potret dr. Djaja Surya Atmadja yang kala itu memeriksa jenazah Mirna Salihin di RSCM Jakarta (foto: tangkapan layar Netflix)

Tak hanya itu, ia juga mengungkap bahwa wajah Mirna berwarna biru.
Sementara, jika keracunan sianida, harusnya jasad korban berwarna merah terang.

“Saya lihat mukanya, salah satu tanda utama orang keracunan sianida adalah bikin mukanya merah terang, lebam mayatnya merah terang, ini lebam mayatnya biru, mukanya biru, semuanya biru jadi nggak cocok,” ujar dr. Djadja.

Baca Juga :  Jelang Pemilu 2024, Dewan Pers Ingatkan Media Harus Tetap Profesional dan Independen

Ia menjelaskan bahwa kadar sianida yang mematikan jika dikonsumsi itu antara 150 mg hingga 250 mg, sedangkan dalam tubuh Mirna tidak sebanyak itu.

“Nah sekarang soal kadar, yang lethal dose itu dosisnya kalau dimakan tuh 50 persen orang pasti mati, itu antara 150 sampai 250 mg,” kata dia.

Sehingga, disimpulkan bahwa kematian Mirna Salihin bukan karena racun sianida sebagaimana diyakini publik.

Baca Juga :  Tegaskan Tidak Ada Munas Soksi Bersama, Ketum Soksi Ir. Ali Wongso Sinaga: Itu Munas Depinas Soksi!

Adapun penyebab asli kematian Mirna, dr. Djadja tak bisa memastikan karena jasad putri Edi Darmawan tersebut tidak diotopsi.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan