Berita  

Faisyal Hermawan: Maulid Nabi Bukan Sekadar Seremonial, Keteladanan Rasul Harus Hadir dalam Kehidupan

Ahmad Faisyal Hermawan, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan daerah pemilihan Kota Depok–Kota Bekasi ( Foto: id0pro )

Indo1.id – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum tersebut dinilai penting untuk kembali mengingat dan menerapkan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Pandangan itu disampaikan Ahmad Faisyal Hermawan, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan daerah pemilihan Kota Depok–Kota Bekasi. Dalam pernyataannya, Faisyal menekankan bahwa kecintaan kepada Rasulullah semestinya diwujudkan melalui perilaku dan tindakan nyata.

“Maulid Nabi Muhammad SAW sejatinya merupakan momentum menjadikan Rasulullah sebagai teladan kehidupan untuk memperkuat kembali kecintaan kepada Rasulullah sekaligus menerjemahkan kecintaan tersebut ke dalam tindakan,” kata Faisyal.

Menurutnya, memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW tidak hanya berarti mengenang sebuah peristiwa sejarah dalam perjalanan umat Islam. Lebih dari itu, Maulid menjadi kesempatan untuk mengingat kembali perjuangan Rasulullah dalam membangun kehidupan masyarakat yang berlandaskan tauhid dan akhlak.

Karena itu, ia menilai keteladanan Rasulullah perlu ditempatkan sebagai nilai yang hidup dalam keseharian, bukan sekadar menjadi materi dalam berbagai kegiatan peringatan.

Kecintaan kepada Rasulullah Harus Terlihat dalam Perilaku

Faisyal mengatakan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk perilaku, mulai dari hubungan antarmanusia, kehidupan keluarga, lingkungan pekerjaan hingga kehidupan bermasyarakat.

Baca Juga :  Ulang Tahun ke-24 Kota Depok Sediakan Makanan Dan Minuman Khas Nusantara Gratis Untuk Warga

Menurut dia, lantunan shalawat dan berbagai kegiatan Maulid merupakan bagian dari ekspresi kecintaan kepada Rasulullah. Namun, nilai tersebut akan memiliki makna yang lebih luas ketika diterapkan dalam kehidupan nyata.

“Kecintaan kepada Nabi tidak cukup hanya diungkapkan melalui lantunan shalawat dan kegiatan peringatan. Kecintaan tersebut semestinya tercermin dalam hubungan antarmanusia, dalam keluarga, dalam pekerjaan, dan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, keteladanan Rasulullah juga relevan untuk menjawab berbagai tantangan kehidupan masyarakat saat ini.

Perubahan sosial, persoalan ekonomi, dinamika politik hingga perkembangan teknologi informasi membuat masyarakat menghadapi situasi yang semakin kompleks.

Dalam kondisi tersebut, menurut Faisyal, kemajuan harus tetap diimbangi dengan nilai moral dan akhlak.

Kemajuan Teknologi Perlu Diiringi Akhlak

Perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara masyarakat berkomunikasi dan memperoleh informasi. Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan dalam menjaga etika dan hubungan sosial.

Faisyal berpandangan, nilai-nilai keteladanan Rasulullah dapat menjadi salah satu rujukan moral dalam menghadapi perubahan tersebut.

Baca Juga :  Penganiaya Anak dari Pimpinan GP Ansor Ternyata Bukan Orang Sembarangan, Cek fakta di bawah ini

“Di tengah berbagai persoalan sosial, ekonomi, politik, dan perkembangan teknologi informasi, nilai-nilai tersebut menjadi semakin penting. Kemajuan zaman tanpa diiringi akhlak dapat menimbulkan berbagai persoalan baru dalam kehidupan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, semangat Maulid Nabi dapat menjadi momentum untuk melakukan refleksi bersama mengenai bagaimana nilai-nilai agama diterapkan dalam kehidupan sosial.

Dengan demikian, peringatan Maulid tidak hanya menghadirkan suasana religius dalam sebuah acara, tetapi juga mendorong lahirnya perilaku yang mencerminkan kejujuran, kepedulian, kasih sayang, tanggung jawab dan penghormatan terhadap sesama.

Maulid Nabi DPC PDI Perjuangan Kota Depok

Faisyal juga menyambut baik rencana pelaksanaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang akan digelar DPC PDI Perjuangan Kota Depok.

Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung pada Minggu, 20 September 2026, di Alun-Alun Kota Depok, Grand Depok City (GDC).

Faisyal berharap momentum tersebut dapat menjadi ruang silaturahmi sekaligus kesempatan untuk memperkuat kembali pemahaman mengenai keteladanan Rasulullah.

Bagi dia, substansi peringatan Maulid pada akhirnya bukan hanya terletak pada kemeriahan acara, melainkan pada sejauh mana nilai yang disampaikan dapat diterapkan setelah kegiatan selesai.

Baca Juga :  Ketua SOKSI Ferry Juan Peringatkan Bamsoet ' Mau Ketum Partai Golkar Perlu Tahu Diri '!

Menjadikan Keteladanan sebagai Kebiasaan

Keteladanan Rasulullah, kata Faisyal, semestinya hadir dalam berbagai ruang kehidupan.

Di dalam keluarga, keteladanan dapat diwujudkan melalui sikap saling menghormati dan menyayangi. Dalam pekerjaan, nilai tersebut dapat tercermin melalui kejujuran dan tanggung jawab. Sementara dalam kehidupan bermasyarakat, keteladanan dapat diwujudkan melalui kepedulian serta sikap menghargai perbedaan.

Faisyal menilai, pesan tersebut menjadi semakin penting ketika masyarakat menghadapi perubahan zaman yang cepat.

Peringatan Maulid Nabi pun dapat ditempatkan sebagai momentum untuk menghubungkan kecintaan kepada Rasulullah dengan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, mengenang Nabi Muhammad SAW tidak berhenti pada satu hari atau satu rangkaian acara, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun kehidupan masyarakat yang lebih berakhlak.

Ahmad Faisyal Hermawan tercatat sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat periode 2024–2029 dari Dapil VIII Kota Depok–Kota Bekasi dan merupakan anggota Fraksi PDI Perjuangan.***