“Saya kira kita bisa kerahkan oksigen produksi dalam negeri dan oksigen konsentrator untuk pasien isolasi. Oksigen konsentrator ini bisa kita impor melalui Kemenperin kalau sudah di approve Kemenkes,” terang Menko Luhut.
Ia juga berharap agar oksigen konsentrator bisa tersedia di hari Selasa atau Rabu. Untuk itu, Ia menugaskan Kemenperin untuk segera memastikan kapasitas dan sumber untuk oksigen impor sekaligus memastikan kedatangan oksigen tersebut.
Asrama Haji Pondok Gede Jadi RS Darurat Covid-19
Selain memastikan ketersediaan suplai oksigen, pemerintah juga berencana untuk mengkonversi Asrama Haji Pondok Gede menjadi RS Darurat Covid-19. Asrama tersebut memiliki kapasitas 1 gedung untuk perawatan intensif, 5 gedung untuk perawatan pasien Covid-19 gejala sedang, dan 2 gedung untuk asrama perawat dengan total kapasitas tempat tidur sebanyak 785 buah.
Menko Luhut juga memastikan agar proses vaksinasi berjalan dengan baik untuk dapat mencapai target vaksinasi satu juga orang per hari di bulan Juli dan dua juga di bulan Agustus.
“Saya minta Kemenkes, Pemprov, TNI, dan Polri menentukan titik-titik sentra vaksinasi yang akan terus beroperasi sampai 31 Desember 2021 disertai kapasitas vaksinasi harian dan jumlah tenaga vaksinator tersedia,” tutur Menko Luhut.
Ia juga meminta Kemenkes untuk dapat mengerahkan mahasiswa kedokteran tingkat akhir untuk meningkatkan jumlah tenaga vaksinator yang ada. “Saat ini masih banyak titik-titik yang beroperasi hanya 2-3 minggu saja, hal ini menyebabkan capaian vaksinasi harian mengalami fluktuasi,” lanjut Menko Luhut.
Untuk itu, Menko Luhut kembali menegaskan bahwa pelaksanaan vaksinasi harus bisa berjalan lancar tanpa ada batasan. “Mengenai vaksinasi saya pikir semua KTP berlaku dimana-mana, jangan sampai orang mau vaksin itu gak boleh karena KTP,” pungkasnya.***







