- F054952CEF20F0CD41E9111C0F7F3DC2

Klaster Perumahan, 80 Warga Griya Katulampa Bogor Positif Covid-19

  • Bagikan
Ilustrasi

Indo1, Depok –  Muncul kluster baru dari Perumahan Griya Katulampa sebanyak 80 warga perumahan yang berlokasi di Kecamatan Bogor Timur itu dinyatakan positif Covid-19.

Camat Bogor Timur, Rena Da Frina mengatakan, banyak warga Perumahan Griya Katulampa yang diketahui positif Covid-19, tapi tidak dilaporkan ke petugas karena warga melakukan swab mandiri.

“Yang terdata di Satgas hanya 20 orang, padahal jumlah warga yang positif diatas angka 70 orang lebih,” kata Rena dikutip dari Harian Sederhana.

Untuk itu, pihaknya, terus lakukan tracing dan mendata warga yang kontak erat, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Perumahan Griya Katulampa.

Terpisah, Kordinator Lapangan Satgas Covid-19 RW 10 Kelurahan Katulampa, Agus membenarkan, bahwa ada sekitar 80 orang warga Perumahan Griya Katulampa yang terpapar Covid-19.

Menurut dia, mereka tersebar di RW 10 yang memiliki 11 RT. Dari data warga yang positif sekitar 80 orang, ada yang sudah selesai isolasi mandiri dan sembuh empat orang.

“Satu orang masih dirawat di RS Mulia dan semua warga positif itu masih melakukan isolasi mandiri serta dipantau oleh Satgas,” tuturnya.

Swab Test Mandiri

Hal senada diakui Agus, dia menuturkan banyaknya warga positif karena melakukan swab test secara mandiri dan tidak melaporkan ke puskesmas ataupun aparat wilayah.

Ketika warga ada yang bergejala, baru melapor dan diketahui bahwa sedang isolasi mandiri karena positif Covid-19. Tetapi saat ini seluruh data sudah masuk ke Puskesmas dan Satgas.

Mengetahui banyak warga yang positif, lalu pihaknya melakukan penelusuran dan didapatkan bahwa penularan virus berasal dari klaster kumpul keluarga, ada klaster jalan jalan ke Bali dan klaster kegiatan keagamaan.

“Semua warga isoma dan ada yang dirawat di RS Mulia, semalam ada yang dibawa ke RS PMI tetapi sudah pulang kembali,” bebernya.

Masih kata dia, hari ini juga seharusnya ada yang harus di evakuasi tetapi warga menolak tidak mau, kebanyakan warga ingin isoma dirumahnya.

Perhatian dari pemerintah melalui Camat dan Lurah sejak awal terus memantau dan sudah bergerak memberikan bantuan sembako kepada warga.

“Kalau untuk di lockdown, kami menunggu intruksi dari Lurah Katulampa dan Satgas. Nanti malam akan rapat bersama Pak Lurah,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *