Waspadai Penyebab Menurunnya Kualitas Sperma Pria, Simak Penjelasanya!

πΌπ‘™π‘’π‘ π‘‘π‘Ÿπ‘Žπ‘ π‘–. (𝐸𝑀𝐢 𝑖𝑑 π‘“π‘œπ‘‘π‘œ)

Indo1.id – Penting bagi seorang pria untuk menjaga kualitas sperma yang dimilikinya sebagai modal utama dalam mendapatkan keturunan.

Kualitas sperma yang buruk dapat mempengaruhi proses pembuahan dan berpotensi menyebabkan ketidaksuburan. Berikut ini adalah enam penyebab menurunnya kualitas sperma pria yang perlu diwaspadai:

1. Paparan Suhu Tinggi pada Testis:

Suhu optimal pada testis sangat penting untuk menjaga kinerjanya. Jika suhu testis meningkat hingga mencapai 37 derajat Celsius, produksi sperma dapat terganggu. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan suhu testis antara lain berendam dalam air panas dalam waktu lama, menggunakan laptop di pangkuan saat bekerja, memakai celana yang terlalu ketat, atau terlalu lama duduk di tempat yang panas.

Baca Juga :  Simak Cara Atasi Asam Lambung Dengan Pola Alami Tak Pakai Obat!

2. Obesitas:

Kegemukan atau obesitas juga dapat mempengaruhi kualitas sperma pria. Kondisi ini dapat menyebabkan disfungsi ereksi dan perubahan hormon testosteron yang berhubungan langsung dengan produksi sperma. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Central European Journal of Urology menunjukkan bahwa setiap peningkatan berat badan sebanyak 9 kg pada pria dengan obesitas akan meningkatkan risiko ketidaksuburan atau infertilitas sebesar 10%.

3. Konsumsi Alkohol dan Rokok:

Alkohol dan rokok memiliki dampak negatif terhadap kesehatan, termasuk merusak kualitas sperma pria dan mempengaruhi kesuburan secara keseluruhan. Rokok juga dapat mempengaruhi motilitas sperma, membuatnya bergerak lebih lambat atau bahkan tidak bergerak sama sekali saat proses pembuahan. Selain itu, sebuah studi yang diterbitkan dalam Postgraduate Medicine menyebutkan bahwa merokok dapat merusak DNA sperma dan meningkatkan risiko impotensi.

Baca Juga :  Jenis Penyakit Pada Lidah Yang Perlu di Ketahui, Apa Saja?

4. Infeksi:

Beberapa penyakit infeksi seperti radang epididimis (epididimitis), radang testis (orkitis), gonore, dan HIV dapat menyebabkan penurunan kualitas sperma pria. Penyakit infeksi tersebut juga dapat menyebabkan kerusakan permanen pada testis.

5. Varikokel:

Varikokel adalah kondisi medis yang ditandai dengan pembesaran pembuluh darah pada skrotum di sebelah kiri testis. Kondisi ini ditemukan pada sekitar 15-20% laki-laki, tetapi lebih umum ditemukan pada 40% laki-laki yang mengalami ketidaksuburan. Pembesaran pembuluh darah tersebut dapat menyebabkan peningkatan suhu pada skrotum dan mengganggu produksi sperma.

6. Ejakulasi Retrograde:

Ejakulasi retrograde terjadi ketika air mani seharusnya keluar melalui penis, tetapi malah kembali masuk ke dalam kandung kemih saat terjadi orgasme. Hal ini dapat menyebabkan penurunan kualitas sperma pria.

Tinggalkan Balasan