Sementara itu, Inter Milan harus puas menjadi runner-up untuk ketiga kalinya setelah sebelumnya kalah dari Real Madrid pada musim 1963-1964 dan 1964-1965.
Ini juga menjadi kekalahan pertama mereka di final kompetisi Eropa setelah sebelumnya menjuarai Piala UEFA tiga kali dan Liga Champions sekali.
Inter Milan sendiri tampil cukup baik di babak pertama dengan mampu meredam tekanan Man City. Namun, mereka gagal menciptakan peluang berbahaya dan hanya melepaskan satu tembakan ke arah gawang lawan.
Di babak kedua, Man City meningkatkan intensitas serangan dan akhirnya mendapatkan gol pembuka melalui Rodri.
Inter mencoba bangkit dan hampir menyamakan kedudukan melalui Lautaro Martinez pada menit ke-77, namun sepakannya masih bisa ditepis oleh Ederson.
Man City pun berhasil mempertahankan keunggulan hingga laga usai dan merayakan gelar juara Liga Champions yang sudah lama dinanti-nanti.
Berikut adalah susunan pemain kedua tim di final Liga Champions:
Manchester City (3-2-4-1):
Ederson; Akanji, Dias, Ake; Stones, Rodri; Silva, De Bruyne, Gundogan, Grealish; Haaland.
Inter Milan (3-5-2):
Onana; Darmian, Acerbi, Bastoni; Dumfries, Barella, Brozovic, Calhanoglu, Dimarco; Dzeko, Lautaro Martinez.