Indo1.id – Ibu yang baru saja melahirkan mengalami kenaikan berat badan yang signifikan.
Meskipun ingin kembali ke postur tubuh sebelum hamil, diet ekstrem tidak dianjurkan karena dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas ASI yang penting bagi si kecil.
Dikutip dari laman alodokter, ada tiga cara pola diet terbaik untuk ibu yang sedang menyusui.
Pertama, ibu menyusui memerlukan lebih banyak kalori, sekitar 500 kalori lebih banyak dari mereka yang tidak menyusui, tetapi kebutuhan kalori tiap wanita berbeda-beda.
Kedua, penting bagi ibu menyusui untuk menjaga pola makan yang sehat dan seimbang.
Meskipun mungkin akan lebih sering merasa lapar, bukan berarti tidak bisa menjalani diet sama sekali.
Ketiga, ibu menyusui harus memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan cukup minum air putih, susu, atau jus buah-buahan.
Konsumsi minuman berkafein seperti kopi atau teh boleh, namun batasnya sekitar 2-3 cangkir per hari.
Minuman beralkohol harus dihindari, terutama dalam 3 bulan pertama menyusui, agar tidak mengganggu metabolisme tubuh.
Penurunan berat badan yang aman bagi ibu menyusui adalah sekitar 0,5-1 kg per minggu, dan kombinasi pola makan sehat dengan olahraga dapat membantu mencapai tujuan tersebut.
Penting untuk menghindari penurunan berat badan yang terlalu tiba-tiba atau berlebihan agar produksi ASI tetap stabil dan cukup untuk sang buah hati.








