Oleh karena itu, menurutnya, tidaklah tepat jika langkah hukum ini direspons dengan membakar bendera partai.
“Marilah kita menciptakan lingkungan yang kondusif dalam menghadapi Pemilu 2024.
Pertumbuhan demokrasi di Indonesia, termasuk ekspresi berbagai pandangan sesuai keinginan rakyat, adalah bukti dari peradaban bangsa kita.
Hal ini memperlihatkan kepada dunia bahwa kita adalah negara yang mampu menjalankan demokrasi,” ungkap Djarot.
Djarot berharap HMI memberikan klarifikasi atas insiden ini, mengingat para demonstran mengaku sebagai aktivis HMI Jakarta.
Djarot menegaskan bahwa pembakaran bendera tidak mencerminkan karakter HMI yang selama ini dikenal.
“Kami mengenal HMI sebagai organisasi intelektual yang mementingkan dialog daripada tindakan anarkis.
Kami berharap pelaku pembakaran bendera ini tidak merusak reputasi HMI,” kata Djarot.
Sejumlah orang yang mengaku sebagai aktivis HMI Jakarta telah melakukan demonstrasi untuk mendukung Rocky Gerung, yang diduga telah menghina Presiden Jokowi beberapa hari sebelumnya.
Dalam aksi tersebut, mereka membakar bendera PDIP saat melakukan unjuk rasa di Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat.








