Indo1.id – Tiga bakal calon presiden (bacapres) Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto hadir dalam acara Mata Najwa on Stage yang digelar di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Selasa, 19 September 2023.
Acara yang dipandu oleh jurnalis senior Najwa Shihab ini merupakan kesempatan pertama bagi ketiga bacapres untuk bertemu dan berbagi gagasan mereka tentang masa depan Indonesia.
Acara yang mengusung tema “3 Bacapres Bicara Gagasan” ini dibagi menjadi tiga sesi, dengan masing-masing bacapres mendapat waktu satu jam untuk berdialog dengan Najwa Shihab, civitas akademika, dan audiens yang hadir di Graha Sabha Pramana UGM.
Acara ini juga disiarkan secara langsung melalui YouTube Najwa Shihab, YouTube UGM, dan website Narasi.
Anies Baswedan menjadi bacapres pembuka, yang menyampaikan visi dan misinya tentang Indonesia yang inklusif, berdaya saing, dan berkeadilan.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menekankan pentingnya membangun ekonomi kerakyatan, mengatasi kesenjangan sosial, dan menjaga kebhinekaan bangsa.
Anies juga menjawab beberapa pertanyaan dari Najwa Shihab dan audiens, termasuk soal proyek strategis nasional (PSN) dan konflik Rempang.
Sesi kedua diisi oleh Ganjar Pranowo, yang mengusung tema “Indonesia Maju Bersama”.
Gubernur Jawa Tengah ini menawarkan konsep pembangunan yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat, kolaborasi antara pemerintah dan swasta, serta inovasi dan kreativitas.
Ganjar juga menanggapi beberapa isu yang menjadi sorotan publik, seperti penanganan pandemi Covid-19, korupsi, dan reformasi birokrasi.
Sesi terakhir ditempati oleh Prabowo Subianto, yang membawa gagasan “Indonesia Berdaulat”.
Ketua Umum Partai Gerindra ini menyoroti masalah-masalah yang mengancam kedaulatan bangsa, seperti utang luar negeri, ketergantungan impor, dan ancaman separatisme.
Prabowo juga menyampaikan rencana-rencana untuk meningkatkan pertahanan dan keamanan negara, memperkuat sektor pertanian dan energi, serta memajukan pendidikan dan kesehatan.
Acara Mata Najwa on Stage ini mendapat respons positif dari berbagai kalangan, termasuk dari para bacapres sendiri.
Ketiganya mengapresiasi kesempatan ini sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan publik dan menyampaikan gagasan-gagasan mereka.
Mereka juga berharap acara ini dapat menjadi awal dari dialog-dialog konstruktif antara para calon pemimpin bangsa di masa mendatang.








