Tanpa Diotopsi Jenazah Mirna Salihin Membiru saat Meninggal, dr. Djaja Surya Atmadja Yakin Bukan Karena Racun Sianida

  • Bagikan
Potret dr. Djaja Surya Atmadja yang kala itu memeriksa jenazah Mirna Salihin di RSCM Jakarta (foto: tangkapan layar Netflix)

Saat akan dilakukan otopsi, pihak keluarga Mirna berubah pikiran lagi.
Akhirnya diputuskan bahwa jasad Mirna hanya boleh diambil sampel berupa isi lambung, darah, hati, dan urine.

Bukti lain bahwa Mirna Salihin tidak meninggal karena sianida lantaran tidak ada tiosanat di dalam hati, darah, dan urine.

“Salah satu tanda bahwa dia sudah kemasukan sianida adalah ada tiosianat di dalam hati, di dalam darah dan urine, dan pas diperiksa di air liur juga harusnya ada, tapi itu tidak ada,” sambungnya.

Baca Juga :  Begini Tanggapan Sandy Salihin Saudara Kembar Mendiang Mirna Salihin Tentang Film Dokumenter Ice Cold: Murder, Coffe and Jessica Wongso

Tak hanya itu, ia juga mengungkap bahwa wajah Mirna berwarna biru.
Sementara, jika keracunan sianida, harusnya jasad korban berwarna merah terang.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan