“Dari situ saya semakin gelisah dan terusik mengapa sebuah keputusan dari sebuah protes dengan pelanggaran etik berat dapat begitu saja lolos, apa ada pertanggungjawabannya kepada negara,” ujarnya melanjutkan.
Ganjar bilang mewakili rakyat yang gelisah akan demokrasi dan keadilan yang disebutnya mau hancur. Sanksi yang diberikan oleh MKMK, kata Ganjar, merupakan bukti bahwa MK masih menjunjung tinggi ruh demokrasi.
“Saya berbicara sebagai bagian dari warga, sebagai bagian dari rakyat yang ikut gelisah melihat demokrasi dan keadilan yang sedang mau dihancurkan. Majelis kehormatan MK menyampaikan keputusannya, Majelis Kehormatan MK telah membuktikan bahwa lembaga tertinggi konstitusi republik ini masih menjunjung tinggi ruh demokrasi. Indonesia kita masih sangat panjang perjalanannya. Saya berharap masa depan Indonesia dapat dibangun dengan fondasi dan nilai-nilai luhur bangsa tanpa tendensi apa pun yang mencederai demokrasi dan keadilan,” tuturnya.
Ganjar mengajak generasi saat ini untuk memiliki tanggung jawab sejarah dan memastikan demokrasi yang kuat dan berkeadilan. Ia berharap masa depan Indonesia dapat dibangun dengan fondasi yang berdasarkan nilai-nilai luhur bangsa dan tanpa tendensi mencederai demokrasi dan keadilan.
“Kita generasi yang ada saat ini punya tanggung jawab sejarah, apakah kita akan mengorbankan sejarah panjang Indonesia ke depan? Jawaban saya tidak, kita akan memastikan sejarah yang terang, kita pastikan demokrasi dan keadilan sampai selamanya.”
“Diam bukan sebuah pilihan,” tegasnya.








