Berita  

Respon Wali Kota Depok Soal Pelajar SD Tawuran

Pelajar SD di Kota Depok melakukan aksi tawuran viral di media sosial. Dok. Istimewa

indo1.id – Wali Kota Depok Supian Suri merespon anak SD terlibat tawuran yang aksinya viral di media sosial (medsos).

Supian menginginkan anak-anak kapok dan tidak mengulangi aksinya tersebut.

“Kita mempercepat upaya anak-anak (3 barak. Dengan harapan semacam upaya mereka ketakutan atau mengingatkan mereka,” kata Supian, Kamis (15/5).

Politisi Gerindra ini akan serius menangani anak-anak nakal di Kota Depok.

“Bahwa kita akan menangani secara serius terhadap anak-anak yang nakal. Termasuk hari ini sudah menjalar ke anak-anak SD, ini yang kita khawatirkan,” tambahnya.

Supian pun mengatakan akan mengirim anak-anak yang dikategorikan nakal ke Yonhub, Jatijajar, untuk dibina. Dia mengatakan Yonhub bisa membina 60 anak.

Baca Juga :  SBY Ungkap Mimpinya Naik Kereta Bareng Jokowi-Mega dan Bertemu Presiden ke-8 RI!

“Ya tadi kita sudah diskusi, untuk anak-anak ‘nakal’, itu kita akan tempatkan di Yonhub, Jatijajar. Kemarin kurang lebih ada kapasitas 60 orang, mungkin kita akan membatasi jumlahnya,” pungkasnya.

Sekretaris Komisi D DPRD Kota Depok, Siswanto mengatakan, pihaknya akan melakukan pengawasan terhadap kasus yang tengah marak tersebut.

Kasus ini juga akan dibahas secara serius bersama Komisi D.

“Tidak ada orang yang senang setiap mendengar kabar ada siswa tawuran. Apalagi masih sekolah dasar. Pasti banyak orang yang prihatin. Termasuk saya, sebagai Sekretaris Komisi D sangat prihatin setiap mendengar ada peristiwa tawuran pelajar,” tutur Sekretaris Komisi D DPRD Kota Depok

Baca Juga :  Kecelakaan di Subang, Wali Kota Depok Beri Bantuan Bagi Para Korban
Anggota DPRD Kota Depok Denny Kartika.

Permasalahan tawuran pelajar ini memang dinamika sosial perkotaan, kata Siswanto, di mana siswa gampang sekali terpancing untuk melakukan tawuran. Biasanya, tawuran rata-rata berawal dari media sosial. Mereka saling ejek di media sosial yang kemudian berlanjut janjian untuk melakukan tawuran.

“Coba runut kronologinya. Tawuran rata-rata berawal dari media sosial. Mereka saling ejek hingga aksi tawuran terjadi,” kata Siswanto.

Untuk mencegah tawuran siswa, Siswanto menegaskan, semua elemen masyarakat punya kewajiban untuk melakukan pencegahan. Bukan hanya guru, tetapi juga orang tua murid.

Baca Juga :  Konsolidasi Relawan Jateng Perkasa untuk Menangkan Andika-Hendi di Pilgub Jateng 2024

Dalam hal ini, orang tua murid harus berperan aktif memantau anak-anaknya. Ketika menemukan gelagat anaknya ikut tawuran itu yang harus dicegah.

“Karena itu, saya sepakat dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk menanggulangi kenakalan siswa, khususnya yang suka tawuran untuk dimasukan ke Barak Militer,” tutur Siswanto.