Religi  

Kiat Mendapatkan Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Bulan Ramadhan!

Amaliyah yang dapat mempermudah kita untuk mendapatkan Lailatul Qadar pada sepuluh akhir Ramadhan

Indo1.id – Diriwayatkan oleh al-Bukhari, disebutkan bawasanya Rasulullah SAW menganjurkan kita mencari hadirnya malam Lailatul Qadar.

Untuk berjumpa dengan Lailatul Qadar memang tidak mudah, dan tidak sembarang orang dapat menjumpai malam yang sangat mulia tersebut.

Untuk mendapatkannya dibutuhkan usaha keras dan  istiqomah dalam meningkatkan ibadah kita, terutama saat telah masuk pada sepuluh akhir di bulan suci Ramadhan.

Rasulullah SAW bersabda,

عَنْ الْأَسْوَدِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ النبِي صَلى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلمَ يَجْتَهِدُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مَا لَا يَجْتَهِدُ فِي غَيْرِهِ

Artinya:
“Dari Aswad dari Aisyah ra ia berkata bahwa Nabi saw meningkat amal-ibadah pada sepuluh terakhir bulan Ramadhan melebihi di waktu yang lain,” (HR Muslim).

Dikisahkan juga pada hadits lain, Rasulullah SAW mengencangkan kain bawahnya, dan menghidupkan malamnya serta membangunkan keluarganya.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اَللهِ صَلى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلمَ إِذَا دَخَلَ اَلْعَشْرُ-أَيْ: اَلْعَشْرُ اَلْأَخِيرُ مِنْ رَمَضَانَ- شَد مِئْزَرَهُ، وَأَحْيَا لَيْلَهُ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ – مُتفَقٌ عَلَيْهِ

Baca Juga :  Penggunaan Bukhur Atau Dupa Dalam Hukum Islam? Ini Penjelasanya!

Artinya:
“Dari Aisyah RA, ia berkata, bahwa Rasulullah SAW ketika masuk sepuluh terakhir bulan Ramadhan, mengencangkan kain bawahnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya,” (Muttafaq ‘alaih).

Ibnu Baththal berusaha menjelaskan maknanya mengencangkan kain bawah. Maksudnya adalah Rasulullah SAW menahan untuk tidak menggauli istrinya.

Sedangkan membangunkan keluarganya, maksudnya adalah Rasulullah mengajak dan mengingatkan keluarganya untuk melakukan lebih meningkatkan amaliyah sunnah disamping amaliyah fardhu.

. وَقَالَ سُفْيَانُ الثوْرِى : قَوْلُهُ : ( شَد مِئْزَرَهُ ) فِى هَذَا الْحَدِيثِ يَعْنِى : لَمْ يَقْرَبِ النسَاءَ ، وَفِى قَوْلِهِ : ( أَيْقَظَ أَهْلَهُ ) مِنَ الْفِقْهِ أَن لِلرجُلِ أَنْ يَحُض أَهْلَهُ عَلَى عَمَلِ النوَافِلِ ، وَيَأْمُرَهُمْ بِغَيْرِ الْفَرَائِضِ مِنْ أَعْمَالِ الْبِر ، وَيَحْمِلَهُمْ عَلَيْهَا .
Artinya:
“Sufyan Ats-Tsauri berkata maksud ‘mengencangkan kain atasnya’ dalam hadits di atas adalah Rasulullah SAW tidak melakukan hubungan badan dengan istrinya.

Baca Juga :  Acara Dakwah Gus Miftah Hari Ini: Strategi Menjadi Pemimpin yang Terpercaya.

Dalam menghidupkan malam untuk memperoleh Lailatul Qadar, Rasulullah SAW menyibukkan diri dengan melakukan ibadah pada sebagian besar malam beliau.

Diceritakan Aisyah RA, yang menyatakan beliau tidak pernah melihat Rasulullah SAW beribadah semalam penuh sampai pagi.

أَيْ تَرَكَ النوْمَ الذِي هُوَ أَخُو الْمَوتِ وَتَعَبدَ مُعْظَمَ الليْلِ لَا كُلهُ بِقَرِينَةِ خَبَرِ عَائِشَةَ مَا عَلِمْتُهُ قَامَ لَيْلَةً حَتى الصبَاحِ

(وَأَحْيَا لَيْلَهُ)

Artinya:
“(dan menghidupkan malamnya) maksudnya adalah Rasulullah SAW tidak tidur di mana tidur adalah saudara kematian, dan beribadah pada sebagian besar malam bukan seluruhnya sebab ada riwayat dari Aisyah ra yang menyatakan: ‘Aku tidak pernah mengetahui Rasulullah SAW melakukan ibadah satu malam penuh sampai pagi hari,’”

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan ada tiga amaliyah yang dapat mempermudah kita untuk mendapatkan Lailatul Qadar pada sepuluh akhir Ramadhan pertama, yaitu:

Baca Juga :  Ternyata Ini Doa Buka Puasa Ramadhan Yang Dibaca Oleh Rasulullah SAW

1. Tidak melakukan hubungan suami istri untuk sementara saat masuk 10 malam terakhir di bulan Ramadhan.

2. Meningkatkan intensitas ibadah pada malam hari.

3. Meminta dan menganjurkan kepada keluarga untuk meningkatkan amaliyah dan amalan sunah selain yang fardhu.

Tinggalkan Balasan